Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EDY Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1) pagi.
Ia beralasan sudah tak mampu dan merasa gagal untuk memimpin federasi sepak bola di Indonesia tersebut.
Akan tetapi, alasan Edy mundur tidak dapat diterima semua orang. Pengamat sepak bola Ferril Hattu menyebut tindakan mantan perwira TNI ini sebagai tindakan yang tak bertanggung jawab.
Mantan kapten tim nasional (Timnas) Indonesia era 90-an ini menilai Edy seharusnya menelurkan kebijakan kongret untuk mengatasi isu pengaturan skor yang menjamur sebelum memilih mundur.
"Kalau baik ya meninggalkan dengan baik. Ok, ini pemerintah dan polisi mau bantu. Dia seharusnya mempermudah itu, mengambil keputusan untuk mengakomodir agar PSSI bersih. Itu kalau niatnya baik. Dia kan punya kewenangan itu. Tapi kan tidak dilakukan dan hanya mundur saja. Jadi kesannya lari dari tanggung jawab. Saya baca seperti itu, orang lain bisa baca seperti itu juga," kata Ferril ketika dihubungi, Minggu (20/1).
Ferril menambahkan mundurnya Edy tak lantas menyelesaikan masalah. Terlebih pemilik hak suara memberikan mandat langsung kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang didampingi Iwan Budianto untuk memengang kendali PSSI 1.
"Yang menggantikan Edy, nama-nama orang yang sudah disebut pada antimafia sepak bola, calon tersangka kan begitu. Dilimpahkan ke mereka, orang kan jadi ragu lagi," imbuhnya.
Baca juga : Edy Rahmayadi: Pimpin PSSI Paling Berat
Sementara itu, Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja tak sependapat dengan Ferril. Ia menyebut mundurnya Edy dari Ketua Umum PSSI sebagai tindakan ksatria.
"Yang jelas dia ksatria dalam menyikapi masalah-masalah yang terjadi di tubuh PSSI. Sehingga begitu banyak tekanan, jadi daripada ribut yang berkepanjangan, lebih baik dia ambil jalan yang seperti ini. Artinya sebagai jenderal dan kesatria dia mundur demi kemajuaan PSSI ke depan," kata Julius.
Lebih lanjut, Julius membeberkan alasan terkuat Edy mundur ialah dukungan pemilik hak suara yang tak lagi bulat. Desakan Kongres Luar Biasa (KLB) menggema sebelum kongres Bali berlangsung.
"Ya di dalam tubuh PSSI itu sendiri tidak bulat suaranya, kan begitu? Tidak ada lagi yang mendukung dia karena ada teriakan yang menginginkan KLB," imbuhnya. (OL-8)
Kericuhan yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4) tersebut dipicu oleh protes terhadap gol kedua Dewa United yang dianggap offside.
Operator kompetisi, I.League, mengecam keras tindakan tidak sportif tersebut, terlebih karena terjadi di level pembinaan pemain muda.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan sanksi berat bagi pemain dan akan evaluasi wasit oleh Yoshimi Ogawa pascakericuhan di Stadion Citarum.
Gelandang Madura United Jordy Wehrmann mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia usai laga kontra Persebaya. Simak profil dan harapannya.
Erick Thohir menyebut proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 masih ditunda menyusul perubahan kalender FIFA dan evaluasi AFC.
Tiket FIFA Series tak habis terjual, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai ajang tersebut berbeda dengan piala dunia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved