Dari Nol, Jona Bidik HIPMI

M Ilham Ramadhan Avisena
29/4/2026 21:41
Dari Nol, Jona Bidik HIPMI
Ade Jona Prasetyo(Dok. MI)

PERJALANAN hidup Ade Jona Prasetyo tidak dimulai dari kenyamanan, melainkan dari keterbatasan yang ditempa dengan kerja keras dan ketekunan. Ia mengingat masa kecilnya yang jauh dari kemewahan sebagai fondasi penting dalam membangun karakter.

"Saya lahir di atas kayu yang lapuk, bukan di atas kasur yang empuk," tutur Jona seperti dikutip pada Rabu (29/4). 

Sejak masih sekolah, ia sudah membantu usaha keluarga di bidang rongsokan dan besi tua. Aktivitas tersebut terus dijalani hingga remaja, sembari mencoba berbagai pekerjaan lain untuk menambah pengalaman. 

Mulai dari menjual kartu seluler hingga beternak bebek untuk diambil telurnya, semua dijalani sebagai bagian dari proses belajar dan membentuk mental usaha.

"Apapun saya kerjakan sambil membangun relasi pelan-pelan," ujarnya.

Memasuki usia 20-an, Jona mulai membangun tiga perusahaan dari awal. Perjalanan tersebut tidak selalu mulus, namun ia melihat kegagalan sebagai bagian penting dalam proses bertumbuh.

"Jatuh dan bangkit sudah menjadi bagian dari perjalanan saya dalam membesarkan usaha," terangnya. 

Di ranah organisasi, kiprah Jona di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dimulai dari tingkat daerah, yakni BPC HIPMI Medan. Ia kemudian dipercaya menjadi pengurus di BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2014-2017, lalu melanjutkan peran di BPP HIPMI pada 2018-2019.

Karier organisasinya berlanjut saat ia kembali ke BPD HIPMI Sumut sebagai Bendahara Umum pada 2020-2021, sebelum akhirnya menjabat Ketua Umum BPD HIPMI Sumut periode 2021-2024. 

Dalam kepemimpinannya, ia mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas, memperkuat kolaborasi antara usaha besar dan kecil, serta meningkatkan kontribusi sektor usaha terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, berbagai kegiatan sosial yang diinisiasinya juga menjangkau beragam kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Saat ini, Jona menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan maju sebagai calon Ketua Umum. Ia menilai organisasi tersebut membutuhkan arah baru yang lebih terstruktur untuk memperkuat peran pengusaha muda di tingkat nasional.

"Pengusaha HIPMI harus naik kelas. Kita butuh akselerasi dengan dampak nyata untuk masa depan pengusaha muda Indonesia," seru Jona. 

Ia juga menekankan pentingnya HIPMI sebagai penghubung antara potensi daerah dan akses di tingkat nasional, termasuk dalam hal pasar dan pembiayaan. Menurutnya, kepemimpinan ke depan harus mampu merangkul seluruh wilayah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"HIPMI butuh pemimpin yang merangkul semua daerah, menyatukan semua lini, agar dampaknya benar-benar terasa bagi ekonomi yang inklusif," tambahnya.

Lebih jauh, Jona mengajak generasi pengusaha muda untuk bergerak bersama dan memperkuat semangat kebersamaan. "Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mari bersama kita melangkah, merangkul, dan berkolaborasi demi persahabatan dan persaudaraan," pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya