2.019 ASN Ikuti Seleksi Komcad, Peserta Lolos Jalani Latihan Menembak

Devi Harahap
13/4/2026 16:49
2.019 ASN Ikuti Seleksi Komcad, Peserta Lolos Jalani Latihan Menembak
Upacara penetapan Komcad SPPI Batch-3 Tahun 2025: Sejumlah siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Upacara Penutupan Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial serta Penetapan Komcad SPPI Batch-3 Tahun 2025 di Lapangan Brigif( ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom.)

SEBANYAK 2.019 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian/lembaga resmi mengikuti seleksi komponen cadangan (komcad) yang diawali dengan pemberangkatan dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Para peserta selanjutnya akan menjalani rangkaian pemeriksaan jasmani, psikologi, hingga ideologi di sejumlah lembaga pendidikan militer.

Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda, mengatakan seluruh peserta telah melewati tahapan awal sebelum mengikuti seleksi lanjutan.

“Alokasi jumlah peserta seleksi kompetensi jasmani, psikologi, dan mental ideologi sejumlah 2.019 orang,” kata Hengki di Jakarta, Senin (13/4). 

Para ASN tersebut kemudian diberangkatkan ke enam lembaga pendidikan (lemdik) militer, yakni Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Pusdikkes TNI AD Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin Bogor, serta Lanud Halim Perdanakusuma.

Kepala Bacadnas Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa keterlibatan ASN merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan negara yang berbasis partisipasi seluruh komponen bangsa.

“Contoh ASN, ini merupakan potensi yang berada dalam sistem pertahanan negara juga. Ini kekuatan terbesar,” ujar Gabriel Lema.

Ia menjelaskan, pelatihan dasar militer atau latsarmil menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapsiagaan warga negara dari berbagai profesi, termasuk ASN. Dalam tahap ini, peserta juga akan mendapatkan pelatihan kemampuan dasar militer seperti menembak.

“Ini untuk memastikan pertahanan negara dapat terpelihara dan terjaga dengan baik,” ucapnya.

Diketahui, program komcad ASN ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara serta Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 3 Tahun 2021 tentang pembentukan, penetapan, dan pembinaan komponen cadangan. Skema pertahanan Indonesia sendiri menganut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).

Pelatihan dasar militer bagi ASN ini akan menyasar sekitar 4.000 peserta dari kementerian/lembaga di wilayah Jakarta dan sekitarnya, yang akan dibagi dalam dua gelombang pelaksanaan selama masing-masing satu setengah bulan.

Rencananya, gelombang pertama akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 22 April mendatang.

Usai menjalani seluruh rangkaian latsarmil, para ASN yang lolos seleksi akan ditetapkan sebagai komponen cadangan dan kembali bertugas di instansi masing-masing. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya