Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menepis tuduhan bahwa sang mantan wakil presiden menista atau memfitnah ajaran Kristen. Menurut Husain, tuduhan yang diunggah oleh beberapa akun Instagram tidak benar dan telah keluar dari konteks aslinya.
Husain menyebut, JK sedang berbicara dalam konteks sejarah konflik Poso dan Ambon pada masa awal reformasi yang bernuansa SARA ketika memberi ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.
"Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, benar terjadi bahwa baik kelompok Islam maupun kelompok Kristen sama-sama menyerukan 'perang suci' dan mengeklaim bahwa membunuh pihak lawan atau mati dalam pertempuran adalah syahid.," kata pria yang karib disapa Uceng itu kepada Media Indonesia, Sabtu (11/4/2026).
Namun, sambung Uceng, beberapa akun Instagram malah mengunggah potongan video ceramah JK yang isinya menyebut kedua pihak dalam konflik Poso dan Ambon menggunakan istilah "mati syahid". Dalam video viral tersebut, ditampilkan potongan kalimat JK:
"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti."
Uceng menambahkan, sejumlah akun Instagram itu menarasikan JK telah berbohong karena "Kristen tidak mengenal mati syahid untuk membunuh musuh" dan bahwa ajaran Kristus adalah "Kasihilah musuhmu".
Padahal, lanjut dia, JK bukan sedang berkhotbah mengajarkan teologi Kristen, melainkan menggambarkan usahanya dalam meluruskan keyakinan kedua kelompok yang bertikai. Baik kelompok Islam dan Kristen dinilai telah bertindak keliru sehingga menyebabkan ribuan nyawa melayang dari kedua pihak.
"Itu fakta sejarah, karena itu baik konflik Poso maupun Ambon disebut bernuansa SARA. Konflik yang saat itu menewaskan ribuan orang, bukan pendapat pribadi Pak JK," ujarnnya.
Uceng menegaskan tujuan utama ceramah JK kepada Civitas Akademika UGM justru untuk membongkar pemahaman sesat. JK bahkan membuat baik pihak Islam maupun Kristen bersedia ke Malino, Sulawesi Selatan, untuk berunding membicarakan perdamaian.
"Pada banyak kesempatan Pak JK selalu menjelaskan tentang pernyataannya yang saat itu bagaimana mengubah pemahaman kedua pihak: bahwa yang mereka lakukan bukan perang suci, tidak akan masuk surga, melainkan neraka bagi mereka yang membunuh tanpa alasan yang jelasi," tegas Uceng.
PEMUDA Katolik merespons dua kali konferensi pers yang disampaikan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla, yakni pada Sabtu, 18 April 2026, dan Selasa, 21 April 2026.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Jusuf Kalla terkait peran politiknya bagi Jokowi. Gibran sebut JK sebagai idola dan mentor
PRESIDEN ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla soal jasanya mengantarkan Jokowi menjadi presiden.
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat setelah disorot Jusuf Kalla. Pengamat menilai masalah ini seharusnya bisa diselesaikan dengan transparansi dan kepastian hukum.
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, buka suara terkait nasihatnya kepada Mantan Presiden Joko Widodo terkait kasus ijazah palsu.
WAKIL Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa materi ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya berfokus pada isu perdamaian, bukan penistaan agama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved