Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai Presiden Joko Widodo perlu mengambil langkah untuk mengatasi isu disharmoni di tubuh TNI antara Panglima Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Dudung Abdurachman.
"Penting bagi Jokowi untuk menengahi serta memastikan Andika dan Dudung dapat saling bekerja sama," kata Anton kepada Media Indonesia, Jumat (9/9).
Isu keretakan antara dua elite di tubuh TNI itu mendapat sorotan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Senin (5/9) yang tidak dihadiri Dudung. Padahal, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengikuti mengikuti acara tersebut mendampingi Andika.
Sementara pada upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) 2022 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Bandung Barat, Kamis (8/9), giliran Andika yang tidak hadir. Adapun Dudung mengikuti acara tersebut bersama KSAU dan KSAL.
Anton mengatakan, hubungan pasang surut dalam institusi militer merupakan hal wajar. Meski keberadaan sebuah budaya politik dinilai hal biasa, ia menyebut dalam kadar tertentu hal itu bisa mengganggu performa institusi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
"Pembiaran atas kabar disharmoni ini justru akan mengganggu penuntasan rencana dan target pemerintah terkait sektor pertahanan," ujarnya.
Dampak destruktif bagi TNI, lanjut Anton, antara lain terganggunya target dan sasaran strategis militer, profesionalitas maupun soliditas di tubuh TNI. Bahkan jika terus dibiarkan, kabar disharmoni antara Andika dan Dudung bisa menurunkan moral prajurit. Sebab, keduanya memiliki posisi dan kewenangan strategis dalam institusi TNI.
Baik Andika dan Dudung sebenarnya sudah mengklarifikasi kabar disharmoni tersebut. Terkait ketidakhadiran Dudung dalam rapat dengan Komisi I, misalnya, Andika mengatakan tidak memiliki masalah dengan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.
Sementara itu, Dudung mengaku sudah menghubungi Andika melalui pesan singkat meski belum bertemu secara langsung. "Beliau ada kesibukan kan mau ke luar negeri. Saya belum sempat ketemu, tapi saya sudah SMS-an. Sudah, enggak ada masalah, enggak ada yang dipermasalahkan ya. TNI solid," tandas Dudung di Mabes TNI AD, Rabu (7/9).
Media Indonesia telah menghubungi Andika secara langsung perihal ketidakhadirannya dalam upacara Penetapan Komcad. Namun sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban dari Andika. (OL-8)
KSAD memaparkan sejumlah capaian konkret, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar serta pemulihan wilayah pascabencana, terutama di kawasan terpencil dan terdampak.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Presiden menekankan kekuatan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga kunci untuk melindungi kekayaan alam bangsa.
KSADĀ Jenderal Maruli Simanjuntak meminta dibuktikan apabila ada prajurit melakukan dugaan intimidasi terhadap penulis kolom opini Detik.com.
ANGGOTA Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap kasus ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut. Komisi I ingin memanggil panglima TNIĀ
Firdaus Syam, menegaskan, tidak ada alasan bagi organ negara melakukan suatu tindakan yang brutal dan tindakan yang kejam terhadap warganya.
Pengamat keamanan Muradi mengkritik instruksi "masuk bunker" bagi prajurit TNI di Lebanon. Ia mendesak pemerintah memberi mandat balas serangan atau menarik pasukan demi keselamatan
Panglima TNI Agus Subiyanto pimpin pemakaman militer Mayor Zulmi Aditya di TMP Cikutra Bandung. Almarhum gugur saat misi perdamaian Libanon
DPR menilai perintah Panglima TNI agar prajurit berlindung di bunker di Libanon sebagai langkah cepat demi keselamatan di tengah eskalasi konflik.
PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang kini bertugas dalam misi perdamaian bersama UNIFIL di Libanon tetap berada di dalam bungker.
Pemerintah memberikan santuan bagi keluarga prajurit TNI yang gugur di Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved