Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKETARIS Dinas Sejarah AD, Kolonel Joko Hadi Susilo, mengatakan rasa nasionalisme dan kesadaran akan identitas bersama sangat diperlukan dalam era revolusi industri 4.0. Pasalnya, telah terjadi perubahan spektrum perperangan saat ini disebut sebagai perang generasi kelima.
Perang model ini, lanjut Joko, adalah bentuk perang yang menggunakan media massa dan internet sebagai sarana untuk menghancurkan ekonomi, politik, transportasi, dan aspek lain dari negara sasaran.
"Bila kita melihat maraknya fenomena hoaks di Indonesia akhir-akhir ini, nampaknya perang generasi kelima sedang melanda negara kita," kata Joko kunjungan kerja ke Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) di Bandung, Jawa Barat, bertajuk 'Defence Tour' Kemhan 2021, Selasa (30/3).
Untuk menghadapi perang generasi kelima itu, Joko menyebut Dinas Sejarah TNI AD hadir sebagai lembaga kesejarahan yang terpercaya dan modern. Ia menyebut Disjarahad berupaya meluruskan sejarah yang telah lama dibelokkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Disjarahad saat ini mengembangkan lima fungsi yang saling terkait satu sama lain, yakni dokumen, penulisan sejarah, perpustakaan, museum dan monumen, serta tradisi.
Baca juga: Pekan Depan, DPR Panggil Pertamina Soal Kebakaran Kilang Balongan
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kemhan, Marsma TNI Penny Rajendra, menyebut sejarah merupakan hal paling mendasar bagi semua negara. Menurutnya, saat ini dunia dihadapkan dengan perang pemikirian (information warfare).
"Kalau kita sedang bertarung dengan kepentingan yang lain, kita kalah karena melupakan sejarah sendiri. Seharusnya kita memperjuangkan kepentingan nasional kita berdasarkan pertimbangan-pertimbangan masa lau, masa kini, dan masa depan. Ini yang sangat mendasar," ujar Penny. (P-5)
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved