Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Masalah Keluarga (YLBHMK) Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertujuan secara aktif membantu melaksanakan program kerja Kowani yang diterima pada Kongres ke-XXV, yaitu meningkatkan kesadaran hukum wanita dan remaja secara khusus, serta masyarakat pada umumnya.
Guna membantu dan menyelesaikan permasalahan dengan memberikan konsultasi dan bantuan hukum, YLBHMK menggelar webinar bertema “Hak Asuk Anak Dan Harta Gono Gini Pasca Perceraian” dan “Pembagian Harta Warisan”.
"Melalui acara ini YLBHMK secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan serta konsisten dan secara tulus menjalankan dharmanya untuk turut mengemban peran Ibu Bangsa, sebagai mandat dan amanat yang telah diterima sejak Kongres ke-II pada tahun 1935, yaitu tanggung jawab mulia menyiapkan generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab, menyiapkan generasi muda yang nasionalis, unggul, kreatif, inovatif berdaya saing serta mampu menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga alam untuk anak cucunya dan mampu menggerakkan ekonomi keluarga serta masyarakat," papar Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto saat sambutan webinar YLBHMK tersebut di Jakarta, Sabtu (24/10).
Giwo yang juga mantan Ketua KPAI mengatakan, perhatian utama Kowani tak hanya pada kondisi perempuan, tapi juga sangat memperdulikan kondisi anak-anak di Indonesia. Dengan harapan agar semua hak-hak terhadap perempuan dan anak-anak dalam ranah hak asuh serta harta waris dapat dipenuhi baik oleh lingkungan masyarakat keluarga maupun bangsa dan negara.
Menurutnya, sudah banyak undang-undang maupun peraturan hukum, yang melindungi hak-hak kaum perempuan, tetapi pada kenyataannya masih banyak yang perlu disosialisasikan serta diimplementasi dalam pelaksanaannya di lapangan.
'Maka harus ada sinergitas dari semua elemen memberikan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak sehingga masyarakat khususnya perempuan untuk memahami hak-haknya dan terutama bagi dirinya dan serta anak-anaknya agar dapat terlindungi dengan baik," tegas Giwo.
Baca juga : Osteoporosis Bukan Hanya Soal Kurang Kalsium
Kowani memiliki 5 Yayasan yaitu Yayasan Seri derma Kowani, Yayasan Hari Ibu, Yayasan Kesejahteraan Anak dan Remaja, Yayasan Bina Daya Wanita dan YLBHMK (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Masalah Keluarga) yang didirikan sejak tahun 1972.
Dalam kesempatan itu Giwo memberikan apresiasi kepada Ketua YLBHMK Charletty Choesyana Taulu serta narasumber lainnya yang juga berprofesi advokat antara lain N.R. Indriati dan Rita Mowoka Rusfien.
Kedua narasumber itu mengutarakan kebanyakan kaum perempuan sering mengalah dalam memperjuangkan hak hak nya, khususnya ketika mengalami musibah perceraian sering kali pasrah tidak menuntut hak hak dirinya serta anaknya oleh mantan suami yang masih berkewajiban memberi nafkah khususnya untuk membiayai anak anaknya.
"Kaum perempuan yang.telah bercerai karena keterpaksaan lebih banyak mengalah kepada mantan suaminya.Padahal ada hak hak dirinya juga untuk anak anaknya guna biaya kehidupan sehari hari atau biaya pendidikan anak, " kata Rita Mowoka.
Bagi Indriati masih ada hak kaum perempuan yang dapat ditempuh melalui pengadilan agama menuntut hak atas perjanjian akibat perceraian kepada mantan suami.
"Jadi kaum perempuan jangan menyerah teruslah berjuang memperjuangkan hak haknya, " pungkas Indriati.(OL-7)
Andrie Yunus (KontraS) kirim surat ke Presiden Prabowo, tolak pengadilan militer kasus penyiraman air keras dan minta pembentukan TGPF segera.
Sembilan polisi di India dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menyiksa ayah dan anak hingga tewas di dalam tahanan. Kasus ini membongkar sisi gelap brutalitas polisi.
PRAKTISI hukum Agus Widjajanto menekankan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan adanya pola yang lebih besar, termasuk dalam bentuk information warfare atau perang informasi.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tujuh anggota timnas putri Iran memutuskan menetap di Australia karena alasan keamanan, sementara pemain lainnya pulang di bawah bayang-bayang ancaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved