Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Irjen Pol Syafril Nursal sangat menyayangkan ada pihak yang menuntut agar Operasi Tinombala, yang bertujuan menangkap kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso dihentikan.
Menurut jenderal bintang dua itu, jaringan MIT yang saat ini dipimpin Ali Kalora bukan hanya ada di Poso. Mereka tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Nusa Tenggara Barat, Maluku, Banten, dan beberapa provinsi lainnya.
"Saat ini mereka yang masih berada di hutan dan pegunungan itu gabungan warga dari Poso termasuk juga dari NTB, Maluku, dan Banten," terang Syafril kepada sejumlah jurnalis di Palu, Selasa (23/6).
Polda Sulteng mengkhawatirkan ratusan WNI yang dilabeli pemerintah sebagai eks kombatan ISIS masuk ke Poso.
"Ada kurang lebih 600 eks kombatan ISIS. Bayangkan kalau kita menghentikan Operasi Tinombala dan mereka ke Poso. Jadi pihak yang tuntut Operasi Tinombala dihentikan itu tidak mengerti masalahnya," tegas Syafril.
Dia menjelaskan, Operasi Tinombala menjadi panjang, karena pengkaderan pengikut baru MIT di bawahnya masih berjalan. Buktinya, setiap dilakukan penangkapan, ada lagi pengikut baru yang naik bergabung.
"Jadi operasi akan terus dilanjutkan dengan menerapkan sejumlah pola," ungkapnya.
Dalam menyelesaikan tindak pidana terorisme di Poso, tambah Syafril, perlu pelibatan seluruh elemen masyarakat. Sebab, memutus akar dari kasus terorisme bukan hanya tugas polisi saja, melainkan ada peran sejumlah pihak termasuk dari Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan.
"Kita ingin menghentikan Operasi Tinombala apabila teroris di wilayah kita ini, baik yang ada di gunung maupun yang di sejumlah wilayah berakhir," pungkasnya.
Salah Tembak
Sebelumnya, Anggota TPM Sulteng Andi Akbar mengatakan, belum selesai kasus dugaan salah tembak yang menyebabkan seorang warga bernama Qidam Alfariski Mofance, 20, meninggal dunia di Dusun III Desa Tobe, Kecamatan Poso Pesisir Utara, pada 9 April 2020, kini terjadi lagi dugaan salah tembak yang menyebabkan dua orang petani bernama Firman, 17, dan Syarifudding, 25, meninggal dunia di Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara.
Menurutnya, hingga saat ini kasus Qidam belum jelas. Meski pun TPM sudah membuat laporan ke Polda. Padahal secara bukti yang dikumpulkan, kasus Qidam adalah kasus salah tembak yang dilakukan Satgas Operasi Tinombala.
"Kasus Qidam kami lihat polisi seperti tidak peduli. Nyatanya sampai saat ini kami belum dapat update seperti apa kelanjutan kasus salah tembak itu," terang Akbar saat di konfirmasi terpisah.
Akbar menyebutkan, kasus penembakan Qidam sudah dilaporkan ke Polda sejak April lalu, namun hingga saat ini belum ada kejelasan. "Ditambah dengan kasus terbaru ini, kami pesimis dengan kinerja Polda mau menyelesaikan semua ini," ungkapnya.
Melihat kasus Qidam dan kasus terbaru yang menimpa almarhum Firman dan Syarifudding, TPM meminta agar Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi serta menghentikan Operasi Tinombala.
"Sebagai penanggung jawab operasi, kapolda harus bertanggung jawab. Evaluasi dan dihentikan operasi itu. Jika kapolda tidak bisa menyelesaikan ini semua, maka patut untuk mundur dari jabatannya itu," tandas Akbar. (OL-13)
Baca Juga: Sejumlah Ormas Minta Kapolri Hentikan Operasi Tinombala di Poso
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 06.00 WITA. Tim Subdit III Ditresnarkoba mengamankan enam pria yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran sabu
Pemerintah daerah terus memperkuat pendampingan kepada petani. Ia menilai pengembangan sektor hilir menjadi kunci peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan usai dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden bersama pemerintah daerah dan pilar sosial di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (20/4).
GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan memperjuangkan program wajib belajar 13 tahun.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan packing house PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.
HARGA cabai rawit di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami kenaikan signifikan pasca Lebaran 2026. Harganya kini mencapai Rp140 ribu per kilogram.
GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali.
KANTOR Imigrasi kelas I TPI Palu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buol dan Konsulat Filipina untuk menangani 15 warga negara Filipina yang terdampar di perairan Buol, Sulawesi Tengah.
Gubernur menargetkan Desa Nupabomba sebagai pilot project.
Pada pelaksanaannya, program ini menetapkan tujuh daerah sebagai prioritas pembangunan.
Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial
Operasi timpora juga digelar di Kecamatan Kulawi, Sigi, untuk mengantisipasi aktivitas pembangunan PLTA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved