Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELONGGARAN terhadap penanganan virus korona, baik di daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun tidak, harus sudah mulai direncanakan sejak dini. Upaya tersebut perlu dilakukan agar pemerintah pusat dan daerah tidak kaget dan terseok-seok ketika situasi kelak kembali normal.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan hal itu seusai rapat terbatas, kemarin. “Kita sudah harus memikirkan langkah-langkah antisipatif, program perencanaan.”
Sebelum memberlakukan pelonggaran, imbuh Doni, pemerintah terlebih dulu menjalankan empat tahapan demi memastikan kebijakan benar-benar tepat untuk diterapkan (lihat grafik).
Doni juga melaporkan bahwa PSBB yang diberlakukan di empat provinsi menunjukkan hasil cukup baik. Hal itu tergambar dari jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit yang terus menurun.
Di DKI Jakarta, misalnya, angka pasien inap sudah berada di bawah 60% dari total keseluruhan kasus. Begitu pula di Sumatra Barat. Fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan, yakni RSUD Jamil Padang, hanya merawat 46 orang dari kapasitas 112 kasus.
Di Jawa Barat, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin hanya 30 orang. Padahal, rumah sakit bisa menampung sampai 135 kasus.
Sejalan dengan rencana pelonggaran PSBB, pemerintah juga menyiapkan skenario pemulihan eko nomi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarsoalias menuturkan pihaknya terus mengkaji skenario pemulihan itu.
Pengkajian oleh Kemenko Perekonomian itu melibatkan sejumlah menteri dan pemerintah daerah. “Kita sedang bahas terus bersama para menteri dan enam gubernur, konsolidasi juga dengan gugus tugas di pusat dan daerah,” tutur Susiwijono, kemarin.
Hati-hati
Saat memimpin rapat terbatas secara virtual kemarin, Jokowi menegaskan pelonggaran PSBB harus dilakukan sangat hati-hati. Ia tak ingin keputusan terkait pelonggaran itu diambil tergesa-gesa. “Semua harus didasarkan data di lapangan sehingga keputusan itu jadi keputusan yang benar,” tegas Presiden.
Apalagi, menurut Presiden, hasil pemberlakuan PSBB di 4 provinsi dan 72 kabupaten/kota bervariasi, tergantung efektivitas pelaksanaan masing-masing.
Sementara itu, jumlah pasien covid-19 secara nasional terus melonjak. Kemarin, pasien positif covid-19 bertambah 484 sehingga total menjadi 14.749 orang. Dari
jumlah itu, 3.063 pasien dinyatakan sembuh dan 1.007 meninggal.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat pun mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar tetap waspada serta bersinergi mempersiapkan fasilitas kesehatan di daerah dalam mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pasca-Lebaran.
“Sejumlah fenomena terjadi menjelang Lebaran tahun ini. Dari mudik lebih awal hingga pekerja migran yang pulang kampung. Beban daerah akan meningkat dalam membendung penyebaran covid-19,” kata Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat. (Mir/Ata/RO/X-6)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved