Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN pemerintah untuk kembali memberi angkutan umum beroperasi dinilai beresiko. Pemerintah harus siap akan potensi penyebaran Covid-19 gelombang 2 secara masif.
"Diperbolehkannya perjalanan ataupun transportasi baik udara, laut dan udara mengangkut orang jelas membuat pelaksanaan PSBB di sejumlah daerah menjadi tidak maksimal," ujar anggota DPR Fraksi PPP, Achmad Baidowi, Jumat (8/5).
Baca juga: Hasil Rapid Test di Dukuh Atas: 4 Penumpang MRT Positif Covid-19
Baidowi mengatakan pelonggaran transportasi yang diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan membuat masyarakat bingung. Ketidaktegasan terlihat jelas pada cara pemerintah menangani Covid-19.
"Jika alasannya untuk pebisnis, atau pejabat, seberapa banyak mereka tersebut? Bukankah bisa dikluster perjalanan pada waktu-waktu tertentu, tidak dibebaskan waktunya seperti sekarang," ujar Baidowi.
Baidowi mengatakan pengalaman yang terjadi di lapangan, tingkat kesadaran masyarakat yang minim untuk aktif melapor terkait covid-19 tentu akan menyulitkan deteksi penyebaran. Maka, dengan adanya kelonggaran akses transportasi, harus diwaspadai gelombang II penyebaran virus covid-19.
"Jika ini terjadi, maka pemerintah yang paling disalahkan, bukan masyarakatnya," ujar Baidowi.
Anggota Komisi XI Fraksi PDIP, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan pemerintah harus konsisten dan fokus pada penanganan covid-19 terlebih dahulu. Setiap kebijakan yang diambil harus mengedepankan upaya penanggulangan covid-19.
Baca juga: Sulawesi Selatan Pertimbangkan PSBB level Provinsi
"Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang ada justru bertentangan dengan penanganan covid-19 dari sisi medis. Memang sektor transportasi sangat terdampak covid-19, yang sebagian terancam negative cashflow, karena beberapa armada darat, laut dan udara tidak bisa berjalan normal," ujar Nabil.
Ia mengatakan jangan sampai ada tumpang tindih kebijakan. Kebijakan pembukaan transportasi umum jangan sampai kontraproduktif dengan kebijakan PSBB. Jadi, di antara kementerian harus ada sinkronisasi kebijakan. (OL-6)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved