Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi menemukan aliran dana dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bertambah besar. KPK meyakini aliran dana yang awalnya diduga hanya Rp20 miliar kini bertambah menjadi Rp100 miliar.
"Setelah kami cek ada puluhan rekening yang totalnya kurang lebih Rp100 miliar. Aliran dana itu termasuk kepada tersangka yang sudah ditetapkan saat ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12).
Saat ini, ada tiga tersangka dalam kasus tersebut yakni mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, beneficial owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.
Febri melanjutkan, penyidik juga menduga aliran dana itu mengucur kepada sejumlah pejabat Garuda Indonesia lainnya. Salah satunya kepada Hadinoto. Ia diduga menerima suap melalui Soetikno senilai US$2,3 juta dan 477 ribu Euro melalui rekening di Singapura.
KPK kini telah merampungkan penyidikan untuk tersangka Emirsyah dan Soetikno. Kedua tersangka dan barang bukti telah dilakukan pelimpahan tahap dua dan segera disidangkan. Komisi berjanji bakal menguraikan aliran dana Rp100 miliar tersebut di persidangan.
"Terkait pembuktian akan kami uraikan dari dakwaan. Jadi bukan pada satu orang (Emirsyah Satar) penerimaan uangnya, tapi juga pada beberapa pejabat di Garuda Indonesia saat itu. Ada penggunaan rekening dengan nama lain di beberapa negara," imbuh Febri.
Penanganan perkara itu memakan waktu hampir tiga tahun terhitung sejak KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) pada 16 Januari 2017. Dalam kasus itu, Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno berwujud uang dan barang yang tersebar di Singapura dan Indonesia.
KPK kala itu menduga Emirsyah menerima uang dari Seotikno senilai 1,2 juta Euro dan US$180 ribu (totalnya setara Rp20 miliar). Kemudian ada penerimaan lain dalam bentuk barang. Suap itu diduga berkaitan dengan pengadaan mesin untuk pesawat Airbus yang dipesan untuk Garuda Indonesia melalui perantara Connaught International.
Selama proses penyidikan, KPK mengidentifikasi ada kontrak bernilai miliaran dollar Amerika yang ditandatangani oleh Garuda Indonesia. Antara lain kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (total care program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce dan kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus SAS.
Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft. Sejumlah kontrak tersebut dalam prosesnya diduga terdapat aliran suap. (OL-8)
Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi.
Presiden Prabowo instruksikan Garuda Indonesia dan Danantara bentuk joint venture dengan maskapai Arab Saudi. Targetnya: pangkas harga tiket haji dan hapus rute pesawat kosong!
Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem logistik haji yang terintegrasi, mulai dari proses pengiriman di dalam negeri hingga distribusi di tujuan
GARUDA Indonesia Group mencatatkan sedikitnya 77 ribu penumpang dalam satu hari pada momen puncak arus mudik Lebaran 2026, Rabu (18/3).
PT Garuda Indonesia rugi signifikan pada tahun buku 2025 yakni sebesar US$319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun meski sudah menerima dana dari Danantara
Garuda melakukan investiasi atas penyebab kerusakan hidung pesawat GA 176 Jakarta-Pekanbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved