Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara terkait insiden bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Ia mengimbau semua instrumen untuk tetap mewaspadai kemungkinan munculnya kelompok-kelompok teroris.
"Kita optimalkan. Bahkan sampai tingkat RT dan RW itu kita fungsikan juga ke arah sana untuk bisa memonitor keadaan disekitarnya," ujar Wapres kepada wartawan seusai menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Forkopimda, di Gedung SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11) malam.
Baca juga : Bom Dibawa Oknum Pengemudi Ojol, IPW Minta Polri Cermati Modusnya
Dengan upaya tersebut, sambung dia, diharapkan kemungkinan munculnya kasus kejahatan kemanusiaan itu dapat dicegah, serta dideteksi sedini mungkin. Prinsipnya, kewaspadaan harus ditingkatkan.
"Jadi memang kita harus waspada menghadapi apa saja. Masyarakat juga harus waspada, lebih hati-hati. Memang kita tidak boleh suudzan, tapi sekarang ini perlu juga kecurigaan-kecurigaan itu. Karena ternyata yang membawa bom bunuh diri itu juga menggunakan atribut ojol (ojek online)," pungkasnya. (OL-7)
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KEPALA Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa mulai berkantor di IKN, Kalimantan Timur, pada tahun ini.
STAF Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3) dan menyoroti jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang rusak
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti lemahnya kemampuan negara mengembalikan aset hasil korupsi, meski kerugian negara terus membengkak hingga ratusan triliun rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved