Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan Presidne RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10). Salah satu topik pembahasan yakni terkait kemungkinan Partai Demokrat bergabung ke pemerintahan.
“Ya kita berbicara itu tetapi belum sampai ke sebuah, apa, sebuah keputusan," kata Jokowi sekaligus meminta wartawan menanyakan langsung ke SBY ihwal posisi Partai Demokrat.
Saat menggelar jumpa pers, Jokowi tidak ditemani SBY. Ketua Umum Partai Demokrat itu langsung pergi usai pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam.
Baca juga : SBY Temui Jokowi di Istana Merdeka
Jokowi mengaku, pertemuan itu juga membahas beberapa hal terkait kondisi dalam negeri.
Jokowi tidak menjelaskan lebih detil isi pertemuannya dengan SBY. Ia hanya menyebut, rencana pertemuan dengan SBY sudah diagendakan sejak lama.
“Saya dengan Pak SBY sudah janjian lama tapi belum pas. Tapi hari ini alhamdulillah pas waktunya dan ketemu," ujar Jokowi. (OL-7)
Kekhawatiran itu muncul seiring dampak lanjutan dari konflik di kawasan, termasuk lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur distribusi energi.
Presiden ke-6 RI SBY mendesak PBB segera menghentikan misi UNIFIL atau merelokasi pasukan usai gugurnya 3 prajurit TNI. Simak analisis SBY soal kondisi "War Zone" di Libanon.
PENGAMAT Komunikasi Politik menyebut peremuan Anies Baswedan dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas bukan sekadar halalbihalal biasa
Tradisi berdiskusi dengan para pemimpin terdahulu akan berdampak pada kualitas keputusan yang diambil. Dengan mempertimbangkan berbagai masukan.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved