Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi yang pesat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Presiden Joko Widodo mengatakan keberadaan teknologi canggih menjadi mubazir jika tidak ada SDM yang bisa mengoperasikan.
"Percuma kita punya teknologi canggih tapi tidak ada orang indonesia yang operasikan," ujarnya saat menghadiri sertifikasi tenaga kerja elektrik dan konstruksi di Istora Senayan, Selasa (12/3).
Oleh karena itu, sambung Jokowi, pemerintah terus berupaya mendongkrak kualitas tenaga kerja. Caranya, dengan mengirim tenaga kerja menimba ilmu di luar negeri untuk periode tertentu. Harapannya, ilmu yang baru diperoleh bisa diaplikasikan di dalam negeri.
"Tahun ini dan depan akan ada training serta pelatihan. Baik di kementerian, BUMN atau swasta. Ada dalam negeri dan ada yang dikirim ke luar negeri, setahun-dua tahun. Tanpa itu kita akan ditinggal negara lain. Kita akan terus bekali keahlian yang baru dan berdaya saing," tuturnya.
Baca juga: Genjot Kualitas SDM, Pemerintah Bangun 1.000 BLK Komunitas
Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.
Presiden juga menyerahkan secara simbolis 16.000 sertifikat kompetensi kerja. Adapun rinciannya dari 13.900 peserta tenaga kerja terampil dan 2.100 tenaga kerja ahli bidang konstruksi dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
"Sertifikasi bagi SDM konstruksi indonesia ini menyambung jaminan mutu dan akuntabilitas. Membuat SDM kita andal, unggul, berani berkompetisi baik di dalam atau luar negeri," pungkas mantan Wali Kota Solo itu.(OL-5)
Learning and Development Summit 2026 menjadi ruang pertemuan para praktisi SDM dan pembelajaran untuk membahas arah pengembangan talenta di tengah transformasi digital.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Sebagai bagian dari program kerja ekspansi global, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) kembali merealisasikan langkah strategis dengan mengirimkan tenaga profesional Indonesia.
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama UGM.
Program SMA Unggul Garuda Transformasi mulai menunjukkan dampak konkret dalam mendorong lahirnya talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar kuliah umum bertajuk BCA Berbagi Ilmu (BBI) di Bina Nusantara University (Binus) Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved