Talenta Berkembang Butuh Kondisi yang Tepat

M Ilham Ramadhan Avisena
28/4/2026 22:44
Talenta Berkembang Butuh Kondisi yang Tepat
Executive Director KTM Solutions Reny Wiriandhani Indriadi bersama Anton Hendrianto, Commercial Director KTM Solutions, berdiskusi bersama di panggung mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas learning dalam organisasi.(Dok. MI)

AJANG Indonesia Learning and Development Summit 2026 menjadi ruang pertemuan para praktisi SDM dan pembelajaran untuk membahas arah pengembangan talenta di tengah transformasi digital

Dalam forum tersebut, KTM Solutions tampil sebagai salah satu pengisi utama pada sesi plenary bertema Learning Innovation in the Digital Era.

Lewat sesi itu, KTM Solutions menawarkan sudut pandang berbeda terkait efektivitas program pembelajaran di organisasi. Mereka menilai keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kondisi individu yang menjalani proses belajar.

Executive Director KTM Solutions Reny Wiriandhani Indriadi membuka diskusi dengan menyoroti fenomena banyaknya program learning yang telah dijalankan perusahaan, namun belum sepenuhnya menghasilkan perubahan nyata di lingkungan kerja. 

Ia kemudian berdialog bersama Commercial Director KTM Solutions, Anton Hendrianto, untuk membedah faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran.

Dari diskusi tersebut, KTM Solutions menekankan bahwa efektivitas learning sangat dipengaruhi kondisi personal, seperti rasa aman secara psikologis, pola pikir berkembang (growth mindset), serta makna yang dirasakan individu terhadap pekerjaannya. 

Faktor-faktor itu dinilai menentukan apakah proses belajar benar-benar berdampak pada perubahan perilaku dan peningkatan kinerja.

Pendekatan tersebut dirangkum dalam konsep Career Well-being, yang menggambarkan kondisi ketika individu memiliki rasa aman, motivasi, serta arah karier yang jelas.

"Learning membutuhkan lebih dari sekadar konten dan platform, karena tanpa energi, rasa aman, dan keyakinan untuk bertumbuh, proses tersebut tetap berjalan tanpa benar-benar menghasilkan perubahan" jelas Reny. 

Selain diskusi, KTM Solutions juga menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta melalui booth interaktif. Pengunjung dapat mengikuti mini assessment Career Well-being untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi karier mereka saat ini.

Melalui asesmen tersebut, peserta diajak memahami kesiapan diri dalam belajar, mengenali faktor yang memengaruhi perjalanan karier, serta mengidentifikasi area yang perlu diperkuat untuk mendukung perkembangan jangka panjang. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan yang lebih praktis sekaligus relevan bagi individu dan organisasi.

Partisipasi KTM Solutions dalam forum ini menegaskan komitmen mereka untuk mendorong strategi pengembangan talenta yang lebih berdampak. 

Dengan memadukan pendekatan berbasis data dan pengalaman lapangan, perusahaan ini mengajak organisasi agar tidak hanya menjalankan program pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap upaya benar-benar menghasilkan perubahan nyata. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya