Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menanggapi perihal ditolaknya kunjungan Sandiaga Uno ke Pondok Pesantren Buntet di Cirebon, Jawa Barat.
Fadli Zon membantah telah terjadinya penolakan dari pengurus Pondok Pesantren Buntet. Ia mengatakan Sandiaga Uno pada awalnya memang tidak memiliki rencana untuk menyambangi pondok pesantren tersebut.
"Jadi, bagaimana mau ditolak padahal tidak ada rencana, gitu," kata Fadli ketika ditemui usai Deklarasi Pas 02 Muda di Jakarta Pusat, Sabtu (2/3).
Baca juga: Tolak Kehadiran Sandiaga, Pesantren Buntet: Demi Kemaslahatan
Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan Sandiaga dan mendapatkan informasi tersebut. Ia kemudian mengetahui dari Sandiaga memang tidak ada rencana demikian.
"Saya sudah dengar penjelasan dan mendapat pesan itu dan Pak Sandi sudah jawab memang tidak ada rencana untuk ke Ponpes di Cirebon itu," kata Fadli.
Baca juga: Ini Alasan Pesantren Buntet Dukung Jokowi-Amin
Selain itu, ia mengatakan pilihan Ponpes Buntet yang mendukung paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, ia mengaku mafhum dengan sikap demikian. Menurutnya, saat ini, siapa pun bebas menentukan pilihan.
"Boleh lah kita memilih siapapun sekarang ini, kan terbagi dua ya, jadi ada yang memilih 01, ada yang memilih 02, dan itu hak setiap masyarakat dan kami yakin yang memilih 02 akan jauh lebih besar," kata Fadli.
Seperti diketahui, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, mengeluarkan surat penolakan kedatangan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno karena khawatir akan memunculkan sesuatu yang tidak diharapkan.
"Kami sampaikan mohon maaf, kami belum bisa menerima kunjungan Pak Sandi," kata pimpinan Pondok Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin di Cirebon, kemarin. (OL-7)
SEMANGAT juang Kartini, Perempuan di Kabupaten Tegal didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan.
FOUNDER Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha kecil menengah (UMKM) untuk naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
TUMBUHKAN jiwa kewirausahaan, INOTEK Foundation Bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Pemkab Kebumen menggelar Program Desa EMAS 2026.
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, antara lain berisi 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 Botol sirup dan 0,5 kilogram gula pasir.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved