5 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah Piala Dunia

Reynaldi Andrian Pamungkas
12/4/2026 10:30
5 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah Piala Dunia
Zinedine Zidane menanduk bek Italia Marco Materazzi saat final Piala Dunia 2006.(Doc The Guardian)

Piala Dunia FIFA selalu menjadi panggung bagi drama, sportivitas, dan keajaiban sepak bola. Namun, di balik kemegahannya, turnamen empat tahunan ini tidak luput dari keputusan-keputusan yang memicu perdebatan panjang. Dari gol ilegal yang disahkan hingga aksi kekerasan di lapangan hijau, sejarah mencatat momen-momen yang tetap dibicarakan hingga puluhan tahun kemudian.

Berikut adalah lima momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia yang telah mengubah arah pertandingan dan meninggalkan luka mendalam bagi tim yang dirugikan.

1. Gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona (1986)

Mungkin inilah kontroversi paling ikonik sepanjang masa. Pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko, Diego Maradona mencetak gol pembuka Argentina ke gawang Inggris dengan menggunakan tangannya. Meskipun pemain Inggris melakukan protes keras, wasit Ali Bin Nasser asal Tunisia tetap mengesahkan gol tersebut.

Pascapertandingan, Maradona melontarkan kalimat legendaris bahwa gol itu dicetak "sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan." Argentina menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara dunia.

2. Tandukan Zinedine Zidane (2006)

Final Piala Dunia 2006 di Olympiastadion, Berlin, seharusnya menjadi laga perpisahan yang manis bagi Zinedine Zidane. Namun, pertandingan berubah menjadi kelam ketika kapten Prancis itu menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi, pada masa perpanjangan waktu.

Zidane langsung diganjar kartu merah, meninggalkan timnya yang kemudian kalah dalam adu penalti. Belakangan terungkap bahwa provokasi verbal Materazzi menjadi pemicu kemarahan sang maestro. Momen ini tetap menjadi salah satu akhir karier paling dramatis dalam sejarah olahraga.

3. Gol Hantu Frank Lampard (2010)

Pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Inggris berhadapan dengan Jerman. Saat Inggris tertinggal 1-2, Frank Lampard melepaskan tembakan keras yang membentur mistar dan memantul jelas di dalam garis gawang Manuel Neuer sebelum memantul keluar.

Wasit Jorge Larrionda tidak mengesahkan gol tersebut, memicu kemarahan publik Inggris. Jerman akhirnya menang 4-1. Insiden ini menjadi katalisator utama bagi FIFA untuk mulai serius mempertimbangkan penggunaan Teknologi Garis Gawang (Goal-Line Technology).

4. "The Battle of Nuremberg" (2006)

Pertandingan babak 16 besar antara Portugal dan Belanda di Jerman 2006 memegang rekor sebagai laga dengan kartu terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Wasit Valentin Ivanov mengeluarkan total 16 kartu kuning dan 4 kartu merah.

Laga ini lebih mirip medan perang daripada pertandingan sepak bola, dengan tekel-tekel brutal dan konfrontasi fisik antar pemain. Meskipun Portugal menang 1-0, kualitas permainan tertutup oleh perilaku tidak sportif yang ditunjukkan kedua tim di Frankenstadion, Nuremberg.

5. Drama VAR dan Penalti Korea Selatan vs Italia (2002)

Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang penuh dengan kejutan, namun laga Korea Selatan melawan Italia di babak 16 besar dianggap sebagai salah satu yang paling kontroversial. Wasit Byron Moreno memberikan kartu merah kepada Francesco Totti karena dianggap melakukan diving, serta menganulir gol emas Damiano Tommasi karena offside yang diperdebatkan.

Di era modern, kehadiran Video Assistant Referee (VAR) sejak 2018 bertujuan meminimalisir kesalahan manusia seperti ini. Namun, VAR sendiri tetap memicu kontroversi baru, seperti penalti "tipis" atau keputusan offside milimeter yang sering dianggap merusak ritme permainan alami sepak bola.

Tahun Pertandingan Jenis Kontroversi
1986 Argentina vs Inggris Handball (Tangan Tuhan)
2002 Korsel vs Italia Keputusan Wasit Bias
2006 Prancis vs Italia Kekerasan (Tandukan Zidane)
2010 Jerman vs Inggris Gol Hantu (Garis Gawang)

Kontroversi-kontroversi ini membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar angka di papan skor, melainkan emosi dan sejarah yang terus hidup. Meskipun teknologi kini membantu wasit, perdebatan mengenai momen-momen ikonik ini dipastikan tidak akan pernah usai. (Z-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya