ASLC Umumkan Rencana Buyback Saham Menyusul Pertumbuhan Positif pada 2025

Denny Parsaulian Sinaga
14/4/2026 14:46
ASLC Umumkan Rencana Buyback Saham Menyusul Pertumbuhan Positif pada 2025
Caroline.id salah satu unit usaha ASLC.(DOK ASLC)

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten ekosistem otomotif omnichannel terkemuka, Selasa (14/4), mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Langkah ini diambil sebagai refleksi atas kondisi arus kas Perseroan yang kuat serta kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan yang terus meningkat pasca pengumuman kinerja tahun penuh 2025 (FY25).

Perseroan berencana mengalokasikan kembali dana internal untuk membeli kembali saham yang beredar di publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang ditentukan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan tetap mematuhi batasan harga dan volume sesuai regulasi OJK yang berlaku. Sebagai tambahan informasi, Perseroan saat ini masih dalam periode pembelian kembali saham sampai dengan 17 Juni 2026, sebagaimana disetujui pada RUPS tanggal 17 Juni 2025.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra mengatakan, keberhasilan strategi bisnis pada 2025 menghasilkan posisi kas yang sehat, memungkinkan Perseroan melakukan buyback tanpa mengganggu rencana ekspansi di tahun 2026. “Melihat capaian gemilang di FY25, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Buyback ini adalah instrumen kami untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga volatilitas pasar agar lebih stabil,” kata Jany.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, ASLC berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh ekspansi jaringan ritel Caroline.id dan stabilnya bisnis lelang JBA. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan yang solid (YoY), didukung oleh volume penjualan unit yang melampaui target tahunan yaitu sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 14,5% dibandingkan tahun 2024.

Secara keseluruhan, Perseroan memandang prospek bisnis pada tahun 2026 tetap cerah, didukung oleh fundamental pasar yang solid dan berkelanjutan. Optimisme tersebut mendorong ASLC terus melakukan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan, serta optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas.

Saat ini ASLC merupakan ekosistem marketplace terbesar di Indonesia untuk jual beli kendaraan bekas. Dalam ekosistem bisnisnya, Autopedia memiliki dua bisnis utama, yaitu balai lelang bernama JBA yang mampu melakukan lelang offline dan online (hybrid). JBA memiliki 15 kantor cabang dan 24 hub di seluruh Indonesia dan merupakan balai lelang terbesar di Indonesia. Selain itu, ASLC juga memiliki bisnis diler mobil bekas online-to-offline (O2O) dengan brand Caroline.id yang saat ini memiliki total 18 showroom.  (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya