KNKT Soroti Sikap Pengemudi dan Mekanik Bus-Truk yang Abaikan Prosedur

Media Indonesia
11/4/2026 20:46
KNKT Soroti Sikap Pengemudi dan Mekanik Bus-Truk yang Abaikan Prosedur
Kanit Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Demak IPDA M. Khoirul saat mengecek kondisi truk di lokasi kecelakaan di Jalan Semarang-Kudus di Desa Bango, Kecamatan Kota Demak, Jawa Tengah, Rabu (23/4/2025)(ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti perilaku pengemudi serta mekanik bus dan truk di Indonesia yang dinilai sering mengabaikan prosedur teknis keselamatan karena merasa lebih memahami kondisi kendaraan di lapangan. Sikap "sok pintar" ini diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko tinggi yang memicu kecelakaan fatal di jalan raya.

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT sering kali menemukan adanya modifikasi ilegal atau penanganan teknis yang tidak sesuai standar pabrikan. Hal ini biasanya dilakukan dengan alasan efisiensi waktu atau biaya, namun justru mengorbankan sistem keamanan kendaraan seperti fungsi pengereman dan ketahanan mesin.

Berikut adalah beberapa poin utama yang disoroti oleh KNKT terkait fenomena tersebut:

Aspek Temuan KNKT
Teknis Kendaraan Mekanik sering melakukan "akal-akalan" pada sistem rem dan mesin tanpa mengikuti manual book.
Perilaku Pengemudi Mengabaikan peringatan indikator kendaraan dan memaksakan operasional meski kondisi tidak layak.
Dampak Peningkatan risiko rem blong dan kegagalan mekanis di jalur ekstrem.

KNKT menegaskan bahwa edukasi terhadap awak kendaraan dan tenaga mekanik harus ditingkatkan secara masif. Perusahaan otobus (PO) dan logistik diminta untuk memperketat pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) perawatan armada guna menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Indonesia.

Hingga saat ini, data detail mengenai statistik pelanggaran teknis tersebut masih terus divalidasi oleh pihak berwenang untuk menyusun regulasi pengawasan yang lebih ketat di masa mendatang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya