Glorya Famiela: Sosok Kartini Modern di Balik Prestasi Timnas Esports Indonesia

Putri Rosmalia Octaviyani
21/4/2026 17:54
Glorya Famiela: Sosok Kartini Modern di Balik Prestasi Timnas Esports Indonesia
Glorya Famiela, "Kartini" di balik prestasi timnas esports Indonesia.(Dok. Antara)

DI tengah pesatnya perkembangan industri esports nasional, nama Glorya Famiela muncul sebagai figur sentral di balik layar yang konsisten mendorong lahirnya prestasi atlet-atlet Indonesia di kancah internasional. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa semangat Raden Ajeng Kartini yang setiap tahun dirayakan dalam peringatan Hari Kartini tetap relevan di era digital, khususnya dalam industri yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

Perempuan berusia 37 tahun ini telah mendedikasikan lebih dari 15 tahun kariernya di industri game dan esports. Ketertarikannya bermula dari hobi bermain game sejak masa sekolah yang kemudian ia tekuni secara serius saat duduk di bangku kuliah.

Meski memiliki latar belakang pendidikan arsitektur dan sempat berkarier di bidang tersebut, Glorya memilih melakukan manuver karier demi mengejar passion di dunia gaming. Langkah awalnya dimulai di perusahaan penyedia voucher game Lyto, sebelum melanjutkan kiprahnya di sektor pembayaran digital game, Indomog.

Membangun Ekosistem dari Akar

Selama hampir tujuh tahun, Glorya memperdalam pemahaman ekosistem industri, mulai dari aspek bisnis hingga kebutuhan komunitas pemain. Pengalamannya semakin kaya saat ia bergabung dengan media esports ternama seperti GGWP dan Dunia Games, yang memperluas jejaringnya di industri kompetitif.

Kini, sebagai bagian dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Glorya terlibat langsung dalam pengembangan ekosistem nasional sejak tahap awal. Ia berperan aktif dalam pembentukan liga dan struktur kompetisi yang menjadi fondasi penting pembinaan atlet esports tanah air.

Namun, perjalanannya tidak tanpa hambatan. Glorya mengakui adanya tantangan gender di industri ini. Ia sempat menghadapi keraguan dari pihak lain mengenai kemampuan teknisnya, terutama di bidang kompetisi.

"Kita harus bisa menunjukkan lewat kerja nyata dan hasil bahwa kita mampu," tegas Glorya, menekankan pentingnya pembuktian melalui konsistensi kerja.

Dedikasi untuk Merah Putih

Kepercayaan besar diraihnya saat ditunjuk sebagai manajer Tim Nasional Esports Indonesia untuk kejuaraan dunia IESF World Esports Championship 2023 di Rumania. Tanggung jawab ini menuntut kemampuan manajerial tinggi, mulai dari koordinasi atlet hingga penanganan dinamika tim yang kompleks.

Salah satu pencapaian paling membekas adalah saat ia mendampingi tim nasional dalam pemusatan latihan (pelatnas) selama tujuh bulan untuk SEA Games 2025 Thailand. Proses panjang tersebut membuahkan hasil manis: seluruh atlet dari setiap nomor pertandingan yang diikuti berhasil membawa pulang medali.

"Sebagai manajer, kita harus bisa mengelola banyak hal sekaligus, dari kebutuhan atlet sampai dinamika tim yang beragam," ujar perempuan kelahiran Jakarta tersebut.

Bagi Glorya, momentum Hari Kartini adalah pengingat bahwa peluang bagi perempuan di industri esports kini terbuka lebar. Tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga di bidang manajemen, pemasaran, hingga tata kelola organisasi.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup refleksinya, Glorya mendorong generasi muda perempuan untuk tidak ragu terjun ke industri yang sedang berkembang pesat ini. Kuncinya adalah menemukan peran yang sesuai dengan minat dan terus mengasah keterampilan.

"Yang pertama, jangan takut mulai karena industri esports sekarang lagi hot-hot-nya banget. Cari role yang paling sesuai dengan passion kamu, terus kita harus bangun skill di situ," pungkasnya. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya