Hari Kartini: Kepemimpinan Perempuan Dinilai kian Relevan di Dunia Kerja Modern

Ihfa Firdausya
21/4/2026 21:20
Hari Kartini: Kepemimpinan Perempuan Dinilai kian Relevan di Dunia Kerja Modern
Ilustrasi(Dok Istimewa )

PERAN perempuan dalam dunia kerja terus berkembang, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dalam kualitas kontribusi yang diberikan. Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks, kepemimpinan perempuan dinilai semakin relevan, terutama dalam membangun kolaborasi dan stabilitas organisasi.

Momentum Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat bahwa isu kesetaraan tidak lagi berhenti pada akses atau representasi, tetapi juga pada bagaimana perempuan menghadirkan nilai dalam setiap peran yang dijalankan. Hal ini tercermin dari refleksi yang dirangkum oleh BDO di Indonesia dari para profesional perempuan di berbagai level dan generasi.

Dalam refleksi tersebut, peran perempuan tidak hanya dipandang sebagai bagian dari struktur organisasi, tetapi juga sebagai pihak yang turut membentuk cara kerja, pola kolaborasi, hingga gaya kepemimpinan di lingkungan profesional.

Gaya Kepemimpinan yang Lebih Kolaboratif

Dalam praktiknya, perempuan kerap menghadapi berbagai tanggung jawab yang berjalan bersamaan, baik di ranah profesional maupun personal. Kemampuan untuk beradaptasi, mengambil keputusan di tengah tekanan, serta menjaga konsistensi dinilai menjadi kekuatan yang berpengaruh dalam membangun kepercayaan.

Pengalaman tersebut turut membentuk gaya kepemimpinan yang berbeda. Kepemimpinan tidak lagi selalu identik dengan otoritas formal, tetapi lebih pada kehadiran yang konsisten, kemampuan memahami situasi, serta kejelasan dalam menentukan arah.

Pendekatan ini juga dinilai semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang cepat. Alih-alih mengandalkan gaya kepemimpinan yang agresif, perempuan dinilai membawa nilai lain seperti integritas, ketenangan, serta kemampuan menjaga stabilitas dalam tim.

Dalam konteks industri yang menuntut presisi tinggi seperti audit dan jasa profesional, peran ini menjadi semakin penting. Tidak hanya dalam menjaga kualitas pekerjaan, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan berorientasi jangka panjang.

Work-Life Harmony kian Ditekankan

Perubahan cara kerja juga mendorong pergeseran dalam pendekatan terhadap keseimbangan hidup. Konsep work-life balance yang kaku mulai bergeser ke arah work-life harmony, di mana individu didorong untuk menemukan ritme yang selaras antara berbagai peran yang dijalankan.

Pendekatan ini dinilai perlu didukung oleh budaya kerja yang inklusif dan aman secara psikologis. Lingkungan seperti ini tidak hanya membantu perempuan bertahan menghadapi tekanan kerja, tetapi juga membuka peluang untuk berkembang dan mengambil peran strategis.

Lingkungan kerja yang sehat pada akhirnya tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas kolaborasi dan keberlanjutan organisasi secara keseluruhan.

Penguatan Kepemimpinan Inklusif

Di tengah transformasi dunia kerja yang juga dipengaruhi perkembangan teknologi, kebutuhan akan kepemimpinan yang inklusif semakin mengemuka. Tidak hanya dari sisi representasi, tetapi juga dalam kualitas perspektif yang dihadirkan dalam pengambilan keputusan.

Komitmen ini tercermin dari langkah strategis BDO di Indonesia dalam memperkuat keseimbangan kepemimpinan di tingkat atas, termasuk melalui bergabungnya Johanna Gani bersama para partner lainnya.

“Kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi juga oleh nilai dan cara kita membangun hubungan di dalam tim. Perempuan memiliki kekuatan untuk menghadirkan perspektif yang lebih kolaboratif dan berorientasi jangka panjang,” ujar Johanna Gani.

Pandangan serupa disampaikan IGA Erna. Menurutnya, perjalanan perempuan dalam dunia profesional sering kali penuh tantangan, namun justru menjadi proses pembentukan karakter.

“Kepemimpinan tidak harus ditunjukkan secara agresif, tetapi melalui integritas, ketenangan, serta kemampuan untuk terus berkembang dan memberdayakan tim,” ujarnya.

Peran Strategis dalam Masa Depan Organisasi

Dalam jangka panjang, peran perempuan tidak hanya relevan dalam konteks saat ini, tetapi juga akan semakin penting dalam membentuk arah organisasi dan industri ke depan.

Perempuan tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan cara kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kepemimpinan perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan kualitas hubungan kerja.

BDO di Indonesia merupakan bagian dari jaringan global BDO International yang beroperasi di lebih dari 160 negara dengan dukungan lebih dari 100.000 profesional di seluruh dunia. Dalam konteks tersebut, penguatan kepemimpinan perempuan menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendorong organisasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam lanskap bisnis yang terus berubah, keberagaman perspektif tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan kebutuhan. Kepemimpinan perempuan, dengan pendekatan yang kolaboratif dan berorientasi jangka panjang, dinilai akan semakin berperan dalam menentukan arah pertumbuhan organisasi ke depan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya