Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari optimistis jumlah atlet Merah Putih yang mendapat tiket ke Olimpiade Paris 2024 bakal terus bertambah seiring dengan berjalannya kualifikasi. Saat ini, sudah ada sembilan atlet Indonesia yang memastikan tempat di Olimpaide 2024.
Ada tambahan dua nama yang lolos yakni dari cabang atletik. Dua nama tersebut Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter putra dan Odekta Naibaho untuk nomor maraton putri. Keduanya akan berlaga di Paris dengan tiket wildcard.
"Kita mendapatkan dua nomor tambahan dari atletik yakni Zohri dan Odekta sehingga menambah jumlahnya menjadi sembilan," ujar Okto dalam acara Buka Bersama NOC Indonesia bertema 72 Tahun Menjaga Merah Putih Bersama Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Kamis (28/3).
Baca juga : 5 Atlet Lolos ke Olimpiade Paris 2024, KONI Berharap Jumlahnya Bertambah
"Kita masih menunggu atlet dari cabor lain untuk bisa menyelesaikan kualifikasi setelah itu baru membuat hitungan-hitungan target setelah semua selesai melakukan kualifikasi sampai Juni mendatang," imbuh Okto.
KOI, Kemenpora, serta stakeholder lainnya baru akan membahas soal target medali setelah kepastian jumlah atlet yang lolos. Okto mengatakan setelah semua selesai kualifikasi pihaknya akan duduk bersama membuat kajian akhir.
Sembilan wakil Indonesia yang sudah meraih tiket Olimpiade 2024 yakni dua atlet panahan Arif Dwi Pangestu serta Diananda Choirunisa, atlet senam artistik Rifda Irfanaluthfi.
Baca juga : Ketua KOI Sebut Hasil Asian Games Jadi Bahan Evaluasi untuk Olimpiade Paris 2024
Kemudian, atlet menembak Fathur Gustafian, atlet panjat tebing Rahmad Adi Mulyono dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, peselancar Rio Waida, serta sprinter Lalu Muhammad Zohri dan pelari maraton Odekta Naibaho.
Sementara itu, Menpora Dito Ariotedjo berharap persiapan menjelang Olimpiade 2024 Paris terus digenjot. Menpora berpesan penerapan sport science untuk dimaksimalkan federasi cabor demi mengoptimalkan performa atlet.
"Untuk sekarang ini benar-benar kita pantau secara komprehensif dari datanya dan semua relatif tidak ada lagi atlet yang berlatih secara konservatif atau klasik melainkan sudah melibatkan penggunaan teknologi," kata Menpora.
"Untuk Olimpiade ini kita sudah banyak kirim atlet berlatih di luar dan menggunakan pelatih dan pakar asing dan lokal untuk pembandingnya. Jadi, ada kombinasi dan semua dikelola dan dipantau antara Kemenpora, NOC dan cabor," tandasnya. (Z-11)
Rifda Irfanaluthfi merupakan atlet senam pertama Indonesia yang tampil di ajang Olimpiade, di Olimpiade Paris 2024.
Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, resmi masuk dalam daftar nominasi penghargaan “The World Games Athlete of the Year 2024” yang diumumkan oleh IWGA
Olympic Solidarity adalah inisiatif program pengembangan global dari IOC yang bertujuan mendukung NOC di semua negara anggota di seluruh dunia.
KIPRAH Indonesia di ajang olahraga internasional multievent terbilang cukup membanggakan. Terakhir, Indonesia mencatatkan torehan apik pada ajang Olimpiade 2024 Paris.
Di Olimpiade Paris 2024, baik LeBron James maupun Stephen Curry memainkan peran penting dalam perolehan medali emas Amerika Serikat (AS).
Gregoria Mariska Tunjung dan Veddriq Leonardo sukses mempersembahkan medali dari Olimpiade Paris 2024.
Musyawarah Nasional XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menetapkan Sugiono sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 secara aklamasi.
Atlet skateboard Indonesia Basral Graito Hutomo melesat ke peringkat 38 dunia, membuka peluang besar menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Profil Sir Craig Reedie, tokoh penting Olimpiade dan WADA yang berperan besar dalam memerangi doping dan memajukan olahraga dunia.
Sir Craig Reedie meninggal di usia 84. Sosok kunci yang membawa bulu tangkis ke Olimpiade ini meninggalkan warisan besar bagi dunia olahraga global.
Presiden IOC Kirsty Coventry menekankan pentingnya persaingan yang setara di level Olimpiade, ketika selisih performa sekecil apa pun sangat menentukan hasil akhir.
Pendekatan lama dari program pembinaan sudah tidak lagi memadai sehingga perlu diganti dengan sistem yang lebih modern dan kompetitif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved