Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
COCO Gauff mengatakan kritikus yang meragukan kemampuannya untuk meraih gelar besar menjadi sumber motivasi bagi kemenangannya dalam Grand Slam pertamanya di AS Terbuka.
Petenis berusia 19 tahun ini merebut gelar juara utama pertamanya dengan mengalahkan petenis nomor satu dunia yang akan datang, Aryna Sabalenka, dengan skor 2-6, 6-3, 6-2 di depan penonton yang memadati Stadion Arthur Ashe di New York.
Gauff, yang naik ke tribun untuk mendekap keluarganya setelah kemenangan itu, kemudian memberikan ucapan terima kasih kepada mereka yang meragukan apakah dia mampu meraih gelar besar.
Baca juga : Gauff Berhasil Kalahkan Sabalenka di AS Terbuka
"Sejujurnya, terima kasih kepada orang-orang yang tidak percaya padaku... dua minggu yang lalu, saya memenangkan gelar 1000 (di Cincinnati) dan orang-orang mengatakan itulah yang terbesar yang bisa saya capai," katanya. "Tiga minggu kemudian, saya di sini dengan trofi ini sekarang.
"Sejujurnya, bagi mereka yang mengira mereka sedang menyiram air ke dalam api saya, sebenarnya mereka sedang menambahkan bahan bakar ke dalamnya, dan sekarang saya benar-benar bersinar begitu terang sekarang."
Gauff telah dikalahkan dalam penampilan final Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka tahun lalu, kekalahan yang membuatnya merasa hidupnya akan berakhir.
Baca juga : Gauff Butuh 3 Jam Taklukkan Muchova, Sukses Maju ke Final AS Terbuka
"Kekalahan Prancis Terbuka (tahun lalu) itu adalah patah hati bagi saya. Itu membuat momen ini bahkan lebih manis daripada yang bisa saya bayangkan," kata Gauff.
"Saya sangat bersyukur atas momen ini. Sejujurnya, saya tidak punya kata-kata untuknya."
Sementara itu, Gauff juga memberikan penghormatan kepada ayahnya, yang membawanya ke AS Terbuka ketika dia masih kecil untuk menonton idolanya dalam tenis, Serena dan Venus Williams.
"Hari ini adalah pertama kalinya saya pernah melihat ayah saya menangis," lanjut Gauff. "Dia tidak ingin saya mengatakan hal itu kepada Anda.
"Saya telah datang ke turnamen ini (selama begitu lama). Ayah saya membawa saya ke turnamen ini duduk di sana menonton Venus dan Serena bersaing, jadi sangat luar biasa bisa berada di panggung ini." (AFP/Z-3)
PETENIS Amerika Serikat, Hailey Baptiste, mengakhiri ambisi Aryna Sabalenka untuk mempertahankan gelar di Madrid Terbuka di babak perempat final, Selasa (28/4).
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Madrid Terbuka setelah mengalahkan Naomi Osaka. Sementara itu, Coco Gauff harus tersingkir usai kalah dari Linda Noskova.
Iga Swiatek mundur dari Madrid Terbuka akibat virus, sementara Aryna Sabalenka tampil dominan dan lolos ke babak 16 besar dengan kemenangan meyakinkan.
Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka memenangkan penghargaan Laureus World Sportswoman of the Year atas pencapaian luar biasanya di musim 2025.
Sebanyak 100 dari 101 petenis putri peringkat teratas WTA telah mengonfirmasi kehadiran mereka di Roland Garros.
Petenis Aryna Sabalenka resmi mundur dari Porsche Tennis Grand Prix Stuttgart 2026 akibat cedera selepas Miami Terbuka. Simak pernyataan lengkapnya.
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved