Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Amerika Serikat (AS) Coco Gauff mengatakan gelar Auckland Classic, yang ia rebut pada Minggu (8/1), menjadi suntikan kepercayaan diri baginya menjelang Australia Terbuka.
Gauff tampil dominan di final, yang sempat ditangguhkan cukup lama karena cuaca buruk, untuk mengalahkan petenis kualifikasi asal Spanyol Rebeka Masarova dengan skor 6-1 dan 6-1.
Kemenangan itu melengkapi penampilan dominan petenis peringkat tujuh dunia itu sepanjang pekan ini, yang tidak pernah kalah satu set pun di turnamen tersebut.
Baca juga: Naomi Osaka Mundur dari Australia Terbuka
Ia tanpa kewalahan menyingkirkan lawannya yang berperingkat 130 untuk membawa pulang titel WTA ketiganya dan yang pertama baginya dalam dua tahun terakhir.
Menunjukkan performa kuat yang membawanya ke final Prancis Terbuka, tujuh bulan lalu, groundstroke akan menjadi senjata ampuh Gauff pada Grand Slam pertama tahun ini, yang akan dimulai di Melbourne dalam waktu kurang lebih sepekan lagi.
Petenis 18 tahun itu mengatakan performanya pekan ini menjadi dorongan yang besar baginya sebelum menyeberangi Laut Tasman.
"Sebenarnya, ini memberi saya kepercayaan diri yang besar. Anda tidak pernah tahu bagaimana pekan pertama Anda akan berjalan, bisa bagus bisa jelek. Tapi saya rasa ini pekan yang luar biasa," kata Gauff dikutip AFP.
"Meski hujan, ini start terbaik saya musim ini."
"Saat jeda musim, saya bermain dengan banyak orang dan memenangi sejumlah pertandingan tapi lebih banyak kalah, jadi ketika saya bermain di sini terasa baik bisa meraih sejumlah kemenangan."
"Ini berkat jeda musim yang baik yang saya jalani. Terima kasih kepada pelatih saya, jelas dia tahu apa yang dia lakukan," lanjutnya.
Gauff juga menunjukkan pendekatan mental yang tenang, tidak terpengaruh oleh cuaca buruk yang meliputi ajang Auckland WTA250 sepanjang pekan ini.
Dua dari lima pertandingan yang ia jalani terpaksa dilakukan indoor, sedangkan dua yang lain terganggu hujan, termasuk final hari ini, yang terlambat dua jam lebih.
Gauff akan melakukan servis untuk set point pada set pertamanya ketika hujan deras mengguyur lapangan lagi selama lebih dari dua jam.
Pertandingan maraton itu kelihatannya menguras tenaga Masarova, 23, yang memainkan pertandingan ketujuhnya dalam delapan hari, termasuk kualifikasi.
Masarova mengaku kelelahan menjadi faktor dan dia kecewa dengan performanya dalam penampilan final WTA pertamanya.
Akan tetapi, dia sangat memuji Gauff.
"Jelas, Coco bermain sangat baik dan benar-benar tidak memberi saya kesempatan," kata mantan juara Prancis Terbuka junior itu.
"Sedikit kesempatan yang saya miliki, dia bermain luar biasa, selamat untuk dia."
"Ini pekan yang sangat panjang juga, dengan menunggu, penangguhan itu dan mulai lagi. Saya rasa saya melakukan pemanasan, sepertinya, 25 kali secara keseluruhan," pungkasnya. (AFP/OL-1)
Kurniahu Tjio Kay Kie, mantan atlet sekaligus ayahanda dari legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon, meninggal dunia pada Kamis (29/1) dini hari.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Jessica Pegula menang dua set langsung 6-2 dan 7-6 (7-1) sekaligus menghentikan langkah Amanda Anisimova di perempat final Australia Terbuka
Jessica Pegula melaju ke perempat final Australia terbuka setelah menumbangkan juara bertahan Madison Keys. Pegula tampil klinis dan kini bidik gelar Grand Slam perdana.
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka ke-13 kalinya secara beruntun, usai menaklukkan Victoria Mboko dan samai rekor Novak Djokovic.
Sebanyak 100 dari 101 petenis putri peringkat teratas WTA telah mengonfirmasi kehadiran mereka di Roland Garros.
PETENIS Aryna Sabalenka sukses meraih gelar Miami Terbuka setelah mengalahkan Coco Gauff dengan skor 6-2, 4-6, 6-3 pada laga final, Minggu (29/3).
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duel petenis papan atas tersaji di final Miami Terbuka. Aryna Sabalenka bertekad pertahankan gelar, sementara Coco Gauff incar trofi di rumah sendiri.
Petenis AS Coco Gauff tampil dominan mengalahkan Karolina Muchova untuk amankan tiket final Miami Terbuka pertama kalinya.
Aryna Sabalenka tampil dominan di Miami Open, sementara Daniil Medvedev harus angkat koper setelah kalah dramatis dari Francisco Cerundolo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved