Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SPRINTER putri Nigeria Blessing Okagbare dan spesialis 100 meter Kenya Mark Odhiambo didepak dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah hasil tes menunjukkan mereka menggunakan doping.
Okagbare, yang seharusnya berlari di laga semifinal 100 meter putri, Sabtu (31/7), dinyatakan positif menggunakan hormon pertumbuhan.
Okagbare, 32, yang merupakan peraih medali perak lompat jauh Olimpiade Beijing 2008, gagal tes doping pada 19 Juli atau empat hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.
Baca juga: Selepas Raih Emas di Olimpiade, Van Vleuten Juara di San Sebastian
Odhiambo seharusnya berbaris untuk pemanasan lari 100 meter putra tetapi diskors setelah dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik, kata Badan Tes Internasional (ITA).
"Atlet itu sudah diberitahu soal kasus ini dan telah ditangguhkan sementara sampai penyelesaian masalah sesuai dengan Kode Antidoping Dunia dan Aturan Antidoping IOC," kata ITA seperti dikutip AFP.
Odhiambo, yang berusia 28 tahun dan memiliki waktu terbaik 10,05 detik itu, menggugat hasil tes doping tersebut dan kasusnya kini sudah dirujuk ke divisi antidoping Mahkamah Arbitrase Olahraga yang berkantor pusat di Lausanne.
Kenya masuk kategori A dalam daftar pantauan Badan Antidoping Dunia terhadap negara-negara yang dianggap memiliki risiko doping tertinggi dan para atletnya harus menjalani tes ketat agar memenuhi syarat bisa berlomba dalam Olimpiade dan kejuaraan dunia.
Sekretaris utama olahraga Kenya Joe Okudo mengatakan kementeriannya telah menerima laporan resmi mengenai temuan analisa yang merugikan pada sampel yang dikumpulkan dari sang atlet pada 28 Juli ketika berada di Perkampungan Atlet Olimpiade.
"Kementerian masih menunggu kesimpulan dari banding yang diajukan sang atlet dan menekankan tekad pemerintah dalam memerangi doping," kata Okudo.
Doping sangat mempengaruhi cabang olahraga paling sukses di Kenya dengan lebih dari 60 atlet diskors selama lima tahun terakhir karena pelanggaran yang mencakup kegagalan mengungkapkan keberadaan mereka kepada penguji antidoping.
Dua pelari yang tidak memenuhi syarat telah dikeluarkan dari skuad Kenya sebelum berangkat ke Tokyo.
Di antara atlet top yang akan dikenai sanksi karena pelanggaran doping adalah juara maraton putri Olimpiade 2016 Jemima Sumgong, peraih medali emas 1.500 meter putra Olimpiade 2008 Asbel Kiprop, dan mantan juara maraton Boston tiga kali Rita Jeptoo. (Ant/OL-1)
Sertifikasi dilakukan langsung oleh perwakilan Badan Atletik Dunia, Kim Vivan, yang meninjau lintasan di Solo.
Pelari Uganda Jacob Kiplimo, yang kini berusia 25 tahun, melintasi garis finis kejuaraan half marathon di Lisbon dengan catatan waktu fantastis, 57 menit 20 detik.
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Musyawarah Nasional XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menetapkan Sugiono sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 secara aklamasi.
Atlet skateboard Indonesia Basral Graito Hutomo melesat ke peringkat 38 dunia, membuka peluang besar menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Profil Sir Craig Reedie, tokoh penting Olimpiade dan WADA yang berperan besar dalam memerangi doping dan memajukan olahraga dunia.
Sir Craig Reedie meninggal di usia 84. Sosok kunci yang membawa bulu tangkis ke Olimpiade ini meninggalkan warisan besar bagi dunia olahraga global.
Presiden IOC Kirsty Coventry menekankan pentingnya persaingan yang setara di level Olimpiade, ketika selisih performa sekecil apa pun sangat menentukan hasil akhir.
Pendekatan lama dari program pembinaan sudah tidak lagi memadai sehingga perlu diganti dengan sistem yang lebih modern dan kompetitif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved