Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali melakukan pembatalan sejumlah turnamen internasional. Salah satu kejuaraan yang dibatalkan ialah Indonesia Open 2020.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budiharto, mengatakan pihaknya sudah dari awal mengusulkan penundaan turnamen Super 1000 yang rencananya digelar 16-21 Juni.
PBSI meminta Indonesia Open digelar pada 29 September hingga 4 Oktober, menggantikan jadwal Indonesia Masters Super 100.
Baca juga: Indonesia Terbuka Resmi Ditunda
"Kami masih berkoordinasi dengan BWF dan mengusulkan beberapa alternatif waktu yang paling tepat untuk penyelenggaraan Indonesia Open," kata Budiharto, Selasa (7/4).
PBSI mendukung sepenuhnya keputusan BWF dengan mempertimbangkan pandemi virus korona (covid-19) di Indonesia. "Kami juga akan berkirim surat ke BWF tentang kondisi Indonesia saat ini. Jadi, penundaan Indonesia Open akan kami evaluasi lagi,” jelas Budiharto.
Sebelumnya, BWF membatalkan empat turnamen di sejumlah negara akibat pandemi covid-19. Selain Indonesia Open, BWF juga membatalkan Australian Open yang berlangsung 2-7 Juni. Lalu, Thailand Open yang dijadwalkan 9-14 Juni dan Russian Open pada 7-12 Juli.
Baca juga: Korona Meluas, BWF Tunda Semua Turnamen Bulu Tangkis
"Eskalasi pandemi covid-19 secara global membuat sejumlah turnamen dibatalkan. Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan semua atlet, tim, ofisial dan komunitas bulu tangkis menjadi prioritas tertinggi kami,” bunyi siaran pers BWF.
Selain itu, BWF juga membatalkan sembilan turnamen lain yang masuk dalam grade 3, ajang junior dan para badminton. Total 13 turnamen bulu tangkis yang dibatalkan. Sudah bisa dipastikan bahwa pada Mei, Juni dan Juli tidak ada turnamen bulu tangkis. BWF juga sudah membekukan ranking klasemen peringkat dunia, baik level senior maupun junior, hingga waktu yang belum ditentukan.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved