Nelayan 19 Tahun Jatuh di Perairan Muara Kintap, Pencarian Terkendala Cuaca dan Sinyal

Denny Susanto
29/4/2026 19:45
Nelayan 19 Tahun Jatuh di Perairan Muara Kintap, Pencarian Terkendala Cuaca dan Sinyal
Pencarian nelayan yang jatuh di Muara Kintap(MI/Denny S)

SEORANG nelayan bernama Amat (19) warga Desa Muara Asam-Asam, terjatuh dari kapal KM Putera di perairan Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Cuaca buruk dan kondisi blank spot hambat upaya pencarian dan pertolongan (rescue) di lapangan.

Berdasarkan laporan peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 05.30 Wita. Saat itu korban sedang melaut bersama rekan-rekannya menggunakan kapal nelayan KM Putera. Korban sedang berada di bagian buritan kapal untuk buang air. Namun akibat gelombang, korban kehilangan keseimbangan kemudian terjatuh ke laut dan tenggelam.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian, namun tubuh korban dengan cepat hilang dari pandangan dan tidak berhasil ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian.

"Kami telah memberangkatkan tim rescue terdekat dari Pos SAR Kotabaru untuk segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan. Fokus utama kami  adalah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian berdasarkan perhitungan arus dan angin. Saat ini status korban masih dalam pencarian," ujar I Putu Sudayana, Kepala Basarnas Banjarmasin.

Operasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, meliputi Pos SAR Kotabaru, Lanal Muara Kintap, Polairud Tanah Laut, Polsek Kintap, serta masyarakat nelayan setempat. Tim SAR dilengkapi peralatan khusus seperti Aqua Eye untuk pendeteksian objek bawah air, peralatan selam, serta dukungan teknologi Starlink guna memitigasi kendala komunikasi.

Ditambahkan Putu, kendala utama di lapangan adalah keterbatasan jaringan komunikasi seluler (blank spot).

"Jaringan komunikasi di area tersebut cukup terbatas. Oleh karena itu, kami menyertakan perangkat satelit Starlink agar koordinasi antara tim di lapangan dan pusat komando tetap berjalan lancar tanpa hambatan informasi," tambahnya.

Pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu mengedepankan prosedur keselamatan, seperti penggunaan life jacket atau alat keselamatan diri lainnya. (DY)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya