Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 376 jemaah haji asal Kabupaten Tuban, Jatim, diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Senin (27/4) petang. Para jemaah kloter 16 ini akan mengikuti proses administrasi lanjutan sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Pemberangkatan ratusan jemaah ini dilepas Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky bersama Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, Sekretaris Daerah Budi Wiyana beserta jajarannya.
Bupati Lindra menyampaikan pemberangkatan ini menjadi awal rangkaian perjalanan ibadah haji bagi jemaah Tuban. “Sore hari ini Pemerintah Kabupaten Tuban memberangkatkan kloter pertama, yaitu kloter 26 dengan jumlah 376 jemaah haji,” ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah. Menurut dia, para jemaah perlu menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan.
“Saya berharap para jemaah menjaga kesehatan dan mengikuti tata tertib yang sudah diatur oleh ketua regu masing-masing. Harapannya, semua bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji mabrur,” terang Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban.
Bupati juga menitipkan harapan kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Tuban. Ia meyakini, doa dari Tanah Suci akan membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Saya juga menitipkan doa kepada para jemaah untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Tuban, agar nantinya sepulang dari haji dapat membawa manfaat positif bagi daerah,” harapnya.
Adapun pemberangkatan jemaah haji dari Tuban masih akan berlanjut. Kloter 27 dijadwalkan pada Selasa (28/4) dini hari dari halaman Pemkab Tuban.
Selanjutnya, kloter 28 dan 29 akan dilepas dari Pendapa Kridha Manunggal Tuban pada hari yang sama dengan jumlah jemaah lebih besar. Kemudian, kloter 30 diberangkatkan pada Rabu (29/4) dari halaman Pemkab Tuban. Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. (H-2)
Sejak OSS diterapkan, menurutnya, jemaah tidak lagi harus berpindah-pindah lokasi untuk mengurus berbagai keperluan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pengasapan itu dilakukan untuk memastikan lokasi yang ditempati oleh jamaah calon haji bebas dari nyamuk yang menyebarkan penyakit.
UNIT Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Sukolilo Surabaya memastikan siap menerima jemaah calon haji dengan menyiapkan sebanyak 585 kamar yang mampu menampung 1.900 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved