Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLAORASI Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Aspekpir Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit dengan mendorong peran sawit dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM sawit.
Salah satunya melalui kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tandan Kosong Sawit Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan petani sawit plasma, pengurus koperasi dan UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 22-23 April 2026.
Pada kegiatan tersebut, hadir Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kotawaringin Barat Muhamad Samsudin, Analis Senior Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Tengah Yusroh Fataqin, Camat Kumai Abdul Gofur, Manajer Kebun Kumai PTPN IV Regional V Humisar Tambunan, Kepala Sekretariat Aspekpir Indonesia Efendi Pasaribu.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat tersebut memuat narasi sawit mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani sawit melalui UMKM dengan memberikan pengalaman kepada peserta berupa praktik membuat pakan ternak dari daun sawit dan praktik membuat biochar dari tandan kosong sawit.
Anwar Sadat, Analis Senior Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP mengatakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan sektor kelapa sawit nasional melalui berbagai program strategis yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dia menjelaskan dana yang dikelola oleh BPDP melalui pungutan ekspor atau PE berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit dan dikembalikan kepada sektor perkebunan kelapa sawit melalui berbagai program-program pengembangan dan pemberdayaan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat dan petani.
PROGRAM UNGGULAN BPDP
Menurutnya, BPDP memiliki sejumlah program unggulan seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan dukungan hingga Rp60 juta per hektare, program pengembangan bahan bakar nabati biodiesel sebagai energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi, hingga pengembangan sumber daya manusia perkebunan melalui pelatihan dan beasiswa sawit.
Selain itu, BPDP juga mendukung kegiatan riset dan pengembangan di bidang perkebunan, program sarana dan prasarana perkebunan, hilirisasi perkebunan, serta program promosi perkebunan yang salah satunya dalam bentuk pemberdayaan UMKM berbasis sawit di berbagai daerah di Indonesia seperti yang saat ini sedang dilaksanakan di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat.
Menurut dia, BPDP juga berperan dalam mendorong penguatan UMKM dan koperasi petani sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Melalui penguatan kapasitas koperasi dan UMKM perkebunan, dukungan kemitraan, serta penguatan peran dalam rantai pasok, dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan, BPDP berupaya menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha perkebunan. “Selain fokus pada aspek ekonomi, BPDP juga aktif melakukan kampanye positif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (23/4) saat memberikan kata sambutan.
LANGKAH KONGKRIT
Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Tengah, Yusroh Fataqin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP yang telah mendukung kegiatan Aspekpir Indonesia, khususnya kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tandan Kosong Sawit Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan.
Kegiatan pembuatan biochar maupun pakan ternak dari daun sawit, serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA), merupakan langkah konkrit dari Aspekpir Indonesia dalam meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit plasma anggota Aspekpir Indonesia, khususnya di Kotawaringin Barat.
Dia menjelaskan inovasi dalam pembuatan produk produk bernilai ekonomi dengan bahan baku biomassa dari kelapa sawit seperti biochar, pakan ternak dari daun sawit, dan pemanfaatan tankos merupakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga lingkungan yang ramah.
MENGAPLIKASIKAN ILMU
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat Samsudin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tandan Kosong Sawit Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan hasil kerja sama BPDP dan Aspekpir Indonesia.
Dia berharap, para peserta dari kegiatan tersebut dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan melalui kegiatan ini dengan sebaik-baiknya bahkan bisa memproduksi produk pakan untuk ternak maupun biochar dari tandan kosong sawit mengingat sumber bahan baku yang sangat melimpah di Kotawaringin Barat.
Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut, dilakukan praktik pembuatan pakan ternak dari daun sawit, pembuatan biochar dari tandan kosong sawit dan bagaimana mengaplikasikan biochar pada tanaman pangan guna memberikan pengalaman kepada peserta.
Dengan pendekatan inovatif melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit serta berbasis pemberdayaan UMKM dan pemberdayaan petani sawit diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan sejahtera bagi masyarakat di masa depan. (E-2)
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
TIM rescue Basarnas Pekanbaru menemukan seorang petani sawit bernama Tiopan Siregar yang dilaporkan hilang di perkebunan kelapa sawit di Kelurahan Titian Antui Riau dalam kondisi tewas.
Kegiatan tersebut diikuti 123 petani sawit swadaya dari berbagai daerah di Sumatra Selatan.
Hasil panen yang terus meningkat dan koperasi desa yang semakin berkembang mencerminkan betapa besar dampak positif dari program SMILE
Para petani sawit mempraktikkan pembuatan biochar dengan menggunakan bahan baku dari tandan kosong sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved