Peringati Hari Bumi, Ratusan Warga Bersihkan 10 Ton Sampah di Rempang

Heryadi
22/4/2026 23:02
Peringati Hari Bumi, Ratusan Warga Bersihkan 10 Ton Sampah di Rempang
Masyarakat Rempang menggelar aksi bersih sampah memperingati Hari Bumi.(Dok.Istimewa)

BERDSARAKAN estimasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, lebih dari 20 ribu ton sampah tersebar dan mengotori lingkungan di wilayah Batam tiap tahunnya, termasuk kawasan pesisir seperti Rempang, yang sebagian besar berasal dari aktivitas domestik, sampah laut kiriman, dan sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Bumi Nasional, PT Makmur Elok Graha (MEG), perusahaan pengembang yang beroperasi di kawasan Rempang Eco City, menggandeng Gugus Tugas Batam Maju, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, komunitas masyarakat seperti Gema Asri, serta startup lingkungan Containder, membersihkan 10 ton sampah hanya dalam waktu 1 jam di wilayah Rempang, Kota Batam.

Aksi kolaboratif ini melibatkan lebih dari 500 relawan yang terdiri dari masyarakat asli Rempang, komunitas lingkungan termasuk Gema Asri, pelaku UMKM, serta unsur Pemkot Batam. Kegiatan ini menjadi salah satu aksi bersih lingkungan tercepat dan terbesar dalam skala lokal, serta mencerminkan sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang memimpin langsung kegiatan ini mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. “Kami mengapresiasi inisiatif ini. Ini bukan cuma aksi simbolis, tapi bukti nyata kolaborasi dapat menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. Saya berharap sinergi ini terus berlanjut dan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan Kota Batam,” ungkap dia, Rabu (22/4)
.
Dalam kegiatan itu, hadir sekitar 150 aparatur sipil negara serta OPD terkait di Pemkot Batam. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memberikan aksi nyata pada isu lingkungan.

PENDEKATAN AKSI NYATA
Dewan Penasihat sekaligus Ketua Gugus Tugas Batam Maju, Li Claudia Chandra, yang turun langsung bersama masyarakat, menekankan pentingnya pendekatan aksi nyata dibandingkan sekadar narasi.

“Hari ini kita tak hanya berbicara, tapi bergerak bersama masyarakat. Anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak turun membersihkan lingkungan mereka. Komunitas seperti Gema Asri juga menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari warga. Tugas kami memastikan gerakan ini terus berjalan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan kegiatan ini menjadi jawaban terhadap berbagai persepsi publik terkait kondisi kebersihan dan tata kelola lingkungan di Rempang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dohar Mangalando Hasibuan menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan langkah strategis ke depan.

“Kami akan perkuat koordinasi bersama dengan Pemkot Batam, PT MEG, dan komunitas masyarakat untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan. Ke depan, akan kami kembangkan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Rempang Eco City,” ujarnya.

TERUS DIKEMBANGKAN
Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju Moris Limanto menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian rangkaian inovasi program yang terus dikembangkan.  “Sebelumnya kami mampu memfasilitasi kegiatan UMKM yang menghasilkan omzet hingga Rp1 miliar dalam tiga hari. Kali ini bersama Pemkot Batam dan komunitas seperti Gema Asri, kami fokus terhadap aksi lingkungan. Harapannya, Gugus Tugas Batam Maju dapat terus menjadi motor penggerak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat Batam,” jelasnya.

Gugus Tugas Batam Maju terdiri dari 30 anggota lintas kedeputian di BP Batam yang bekerja di bawah arahan Amsakar Achmad serta Li Claudia Chandra dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Batam berkelanjutan.

Dari pihak swasta, Direktur Utama PT Makmur Elok Graha Nuraini Setiawati menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan aktif seluruh pihak.

“Kami bangga karena hari ini masyarakat terlibat langsung, pemerintah hadir, dan dampak yang dihasilkan tidak hanya lingkungan, tetapi juga sosial. UMKM lokal ikut berpartisipasi dalam menyediakan konsumsi dan logistik. Ini bukti pembangunan dapat berjalan seiring pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. (Ant/E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya