Demo Depan Kantor Gubernur Kaltim Berakhir Ricuh

Ervan Masbanjar
21/4/2026 18:25
Demo Depan Kantor Gubernur Kaltim Berakhir Ricuh
Ilustrasi(MI/Ervan Masbanjar)

DEMONSTRASI yang terjadi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada senja hari ricuh, sekitar pukul 18.14 Wita. Pasalnya para pendemo terdiri dari mahasiswa dan masyarakat menolak membubarkan diri setelah dihimbau untuk kembali ke tempatnya masing-masing.

Pantauan lapangan massa sempat melakukan aksi pelemparan ke arah  petugas dengan gelas dan botol air mineral sebagai bentuk penolakan untuk bubar. Massa didesak ke arah jalan Gajah Mada bergeser menjauh dari depan kantor gubernur.

Lemparan massa pendemo mendapat respon dari pasukan anti huru hara berasal dari Sabhara dan Brimob Polda Kaltim dengan bergerak maju, mobil Armoured Water Cannon (AWC) yang berjumlah dari empat unit ikut maju dengan menyemprotkan airnya.

sekitar pukul 17.54 Wita petugas meminta agar massa membubarkan diri, namun hingga sekitar pukul 18.14 Wita warga masih bertahan, massa terpecah menjadi dua konsentrasi, satu arah  gedung BI dan satu arah lagi di kantor pos dan kini satu sudut yang dipecah konsentrasinya.

Hingga berita ini diturun konsentrasi masih terlihat di sekitar lokasi belum membubarkan diri. Aksi pelemparan ke arah petugas masih terjadi menggunakan benda-benda keras. 

Diberitakan, ribuan massa pendemo melakukan lanjutnya demonstrasi ke kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (21/4) atau dinamakan Aksi 214, setelah sebelumnya melakukan aksi di kantor DPRD Kaltim aksi  unjuk rasa itu menuntut kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

Sekitar pukul 13.41 Wita massa pendemo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat (APM) Kaltim telah memadati depan Kantor Gubernur Kaltim. Sekitar 7 ribu pendemo melakukan long march dari kantor  DPRD Kaltim dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan.

Di depan kantor gubernur sejumlah massa pendemo telah menyingkirkan kawat berduri yang sebelumnya dipasang di pagar kantor tersebut. Sejumlah pendemo juga terlihat mendapatkan pertolongan dari tim medis akibat panasnya di sekitar lokasi demo.

Memasuki salat Ashar sekira pukul 16.40 Wita, aksi penyampaian orasi dihentikan oleh pendemo guna menunaikan ibadah salat.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh puluhan organisasi masyarakat dan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Massa berasal dari sejumlah daerah seperti Kutai Kartanegara, Paser, Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang dan beberapa daerah lain di kaltim.

Dalam orasi para pendemo menyuarakan aspirasi atas sejumlah kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Masud yang dinilai tak berpihak pada kepentingan rakyat, seperti pembelian mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar, renovasi dan pemeliharaan  rumah dinas Gubernur, Wakil Gubernur, dan kantor Gubernur senilai Rp25 miliar.

Pendemo juga menyoroti program gratis pol seperti di bidang pendidikan dan kesehatan yang selama ini tidak berjalan sesuai dengan janji politik gubernur. Mereka juga menyoroti dinasti politik, yakni sejumlah jabatan penting di kaltim duduki oleh keluarga dan kerabat Rudy Mas’ud. (EM/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya