Embarkasi Yogyakarta akan Terbangkan Kloter Pertama Menuju Tanah Suci

Ardi Teristi Hardi
21/4/2026 17:15
Embarkasi Yogyakarta akan Terbangkan Kloter Pertama Menuju Tanah Suci
Ilustrasi(Dok Pemprov DIY)

EMBARKASI Yogyakarta akan menerbangkan perdana kelompok terbang (keloter) calon jemaah haji menuju Madinah pada Selasa (21/4) pukul  23:40 WIB 

Sekitar 354 calon jemaah haji asal Kabupaten Kulonprogo tersebut sudah berada di Embarkasi Yogyakarta sejak pagi tadi dan rencananya akan dilepas oleh Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, malam ini, Selasa (21/4). Mereka akan terbang bersama enam petugas haji.

Embarkasi haji Yogyakarta melayani sebanyak 9.320 calon haji dari 26 kelompok terbang (kloter). Jumlah jemaah haji asal DIY mencapai 3.830 orang, sedangkan sisanya dari (eks Karisidenan) Kedu.

Jemaah dari wilayah Eks-Karesidenan Kedu meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Wonosobo.

Plt Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa menjelaskan, Embarkasi haji Yogyakarta menggunakan. hotel Ibis dan Novotel yang berada di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). 

Para jemaah dari Kulonprogo sudah tiba pagi ini dan langsung menjalani berbagai pengecekan, dari administrasi hingga kesehatan.

"Di sini, calon jemaah haji  menerima kartu Nusuk," ungkap dia. Kartu Nusuk merupakan identitas jemaah untuk beraktifitas di Arab Saudi. 

Kartu Nusuk diserahkan bersama dengan dokumen yang lain, seperti paspor, visa, dan boarding pass pesawat. Masing-masing calon jemaah haji juga menerima hak atas living cost sebesar 750 Riyal, gelang identitas, serta alat pelindung kesehatan. 

"Kami menerapkan one stop service untuk mempermudah dan mempercepat layanan kepada calon jemaah haji," ungkap dia.

Salah seorang calon jemaah Haji, Sri Estini merasa senang dengan fasilitas embarkasi berbasis hotel. Proses pengecekan yang dilaksanakan di ballroom pun berlangsung dengan cepat sehingga dirinya dapat segera beristirahat di kamar.

“Rasanya nyaman dan fasilitasnya bagus,” ungkap dia yang telah menunggu antrean selama 14 tahun. Setiap kamar diisi tiga orang.  (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya