Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN memindahkan dua pelaku penikaman sadis yang merenggut nyawa Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Pelaku pembuhan terhadap Nus Kei dipindahkan ke Markas Polda Maluku di Kota Ambon.
Langkah darurat ini diambil murni atas dasar keamanan, meski aparat enggan merinci potensi ancaman yang mengintai.
Dua tersangka berinisial HR, 28 dan FU, 36 diterbangkan dari Malra menggunakan pesawat komersial, Senin (20/4). Para pelaku pembunuhan Nus Kei itu langsung digelandang ke Mapolda Maluku untuk pemeriksaan lebih intensif.
"Kedua pelaku penikaman tewaskan Nus Kei telah dipindahkan ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Maluku Tenggara, Ipda Wandi Puasa, menegaskan bahwa pemindahan terhadap pelaku pembunuhan Nus Kei mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. "Terkait dua pelaku yang sudah dibawa ke Ambon untuk keamanan," ungkapnya singkat.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, membenarkan hal itu. "Iya betul, kalau dilihat sepertinya pelaku HR adalah atlet tarung bebas," serunya.
Adapun FU, berdasarkan penelusuran awal, pelaku pembunuhan Nus Kei merupakan warga biasa. Namun keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan secara maraton oleh penyidik.
Pembuhan terhadap Nus Kei terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4). Ketua Golkar Malra tewas di tempat setelah diserang dua pelaku. (H-4)
Kasus pembunuhan Nus Kei memasuki babak baru. Polisi resmi kirim SPDP ke kejaksaan, dua tersangka terancam hukuman mati. Simak kronologi lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved