Waspada El Nino Moderat 2026 di Sultra

 Gana Buana
20/4/2026 15:58
Waspada El Nino Moderat 2026 di Sultra
BMKG Sultra peringatkan potensi El Nino moderat mulai Mei-Juli 2026.(MI/Amir MR)

BDAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman fenomena El Nino yang diprediksi mulai menghantam wilayah tersebut pada pertengahan tahun 2026. Masyarakat diminta bersiap menghadapi anomali cuaca yang diperkirakan masuk dalam kategori moderat.

Kepala Stasiun Klimatologi Sultra, Kusairi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan data atmosfer terkini, peluang terjadinya El Nino pada periode Mei, Juni, hingga Juli 2026 sangat tinggi, yakni mencapai angka 50 hingga 80 persen.

Anomali Suhu Laut: Lemah hingga Moderat

Kusairi menjelaskan bahwa intensitas El Nino kali ini akan sangat bergantung pada kenaikan suhu permukaan laut. Fenomena ini dibagi menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tingkat anomalinya.

Kategori El Nino Anomali Suhu Permukaan Laut
Lemah 0,5°C hingga < 1°C
Moderat 1°C hingga < 1,5°C
Prediksi Sultra Potensi Moderat (Mei-Juli 2026)

BMKG Tegaskan Isu "El Nino Godzilla" Adalah Hoaks

Di tengah peringatan waspada tersebut, BMKG juga memberikan klarifikasi tegas mengenai istilah-istilah bombastis yang beredar di media sosial, seperti "El Nino Godzilla" atau "Super El Nino". Kusairi memastikan istilah tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dalam klasifikasi resmi meteorologi.

“BMKG tidak pernah menggunakan istilah El Nino Godzilla. Klasifikasi resmi yang kami gunakan secara internasional dan nasional hanyalah El Nino lemah, moderat, dan kuat,” tegas Kusairi di Kendari, Senin (20/4).

Catatan Redaksi: Narasi "Godzilla" sering kali digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu kepanikan. BMKG mengimbau warga Sultra untuk hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah guna mendapatkan data akurat.

Langkah Antisipasi Masyarakat

Meskipun diprediksi berada pada level moderat, dampak El Nino biasanya identik dengan penurunan curah hujan yang dapat memicu kekeringan di sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. BMKG meminta warga untuk:

  • Mulai menghemat penggunaan air bersih.
  • Memperhatikan pola tanam bagi para petani di wilayah Sultra.
  • Tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak BMKG Sultra akan terus memperbarui data perkembangan suhu permukaan laut secara berkala untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi mitigasi yang tepat waktu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya