PT Dahana Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia dari Bontang

Media Indonesia
20/4/2026 11:05
PT Dahana Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia dari Bontang
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melepas ekspor 18.000 amonium nitrat di Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina pada Sabtu (18/4).(Dok Diskominfo Kota Bontang)

WALI Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri pelepasan ekspor perdana 18.000 ton amonium nitrat produksi PT Dahana ke Australia. Kegiatan itu digelar Sabtu (18/4) di Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina.

Dalam sambutannya, Neni mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas ekspor perdana tersebut. Ia menilai ekspor itu menjadi bukti bahwa industri dalam negeri telah mendapat pengakuan di tingkat global.

"Alhamdulillah, ini menjadi potret bahwa industri negara kita sudah diakui dunia. Kami merasa bersyukur dan bahagia atas capaian ini," ungkapnya.

Wali Kota Neni menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam aktivitas industri di Kota Bontang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni sebesar 75% dari total tenaga kerja berstatus lokal. "Kami memohon agar tenaga kerja lokal dapat diprioritaskan, minimal 75 persen sesuai dengan perda. Alhamdulillah sejauh ini sudah terakomodasi anak-anak Kota Bontang. Terima kasih," katanya.

Menurut Neni, saat ini Pemerintah Kota Bontang menyiapkan sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan tinggi di daerah, seperti Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) dan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK). Sekolah tersebut terbukti telah menghasilkan lulusan terbaik di bidang kimia dan teknik.

"Kami berharap anak-anak Kota Bontang bisa terus dilibatkan dan ikut berproses dalam setiap pembangunan dan aktivitas industri di daerah ini," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro, menyampaikan bahwa ekspor perdana 18.000 ton amonium nitrat merupakan bagian dari upaya pengembangan pasar internasional. Tujuannya mendukung industri pertambangan di Australia yang terus berkembang.

"Australia dipilih sebagai tujuan utama karena memiliki sektor pertambangan yang besar dan membutuhkan pasokan amonium nitrat dalam jumlah signifikan sebagai bahan peledak. Produk ini dinilai memiliki kualitas kompetitif dan mampu memenuhi standar internasional," ujarnya.

Abdul menambahkan, total ekspor mencapai 18.000 ton yang akan dikirim dalam tiga tahap dengan nilai US$10,8 juta. Hal ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi sinyal bahwa produk industri dalam negeri mulai mendapat tempat di pasar global yang kompetitif.

"Kami berharap sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bontang," katanya. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya