Nus Kei Meninggal akibat Ditikam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

mediaindonesia.com
19/4/2026 19:16
Nus Kei Meninggal akibat Ditikam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi
Nus Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021).(Antara/Devi Nindy)

KETUA DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, meninggal setelah ditikam di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026). Polres Maluku Tenggara kemudian menangkap dua terduga pelaku penikaman.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan kedua pelaku ditangkap hanya sekitar dua jam setelah kejadian.

“Petugas dengan dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku. Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36),” ujarnya di Ambon.

Peristiwa penikaman terjadi sekitar pukul 11.25 WIT saat korban baru tiba dari Jakarta. Serangan terjadi di pintu keluar bandara oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” katanya.

Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Saat ini, kedua terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara. Polisi masih mendalami motif penikaman tersebut.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujar Rositah.

Kapolda Maluku juga telah menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Partai Golkar melalui Ketua DPD I Maluku, Umar A. Lessy, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami minta ini diusut tuntas dan sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Malra,” ujarnya.

Ia menilai peristiwa ini merupakan kejadian serius yang tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di daerah.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Tindakan ini melawan hukum dan tidak dapat ditolerir,” katanya.

Golkar juga mengimbau seluruh kader dan masyarakat untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Selain itu, partai meminta aparat keamanan segera mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan serta mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk bersama menjaga ketertiban.

Sebelumnya, korban diketahui datang ke Maluku Tenggara untuk persiapan pelaksanaan musyawarah daerah (musda). Namun, setibanya di bandara, ia menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya