Suhu Kawah Gunung Slamet Naik Jadi 478,7 Derajat, Petugas Imbau Area Radius 3 Km Steril

Akhmad Safuan
18/4/2026 23:10
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik Jadi 478,7 Derajat, Petugas Imbau Area Radius 3 Km Steril
Suhu di Kawah Gunung Slamet kembali meningkat dan mengumpulkan asap putih(MI/Akhmad Safuan)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Slamet yang mencakup lima wilayah di Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan pemantauan terbaru pada Sabtu (18/4), suhu kawah gunung api tersebut tercatat naik dari sebelumnya 461,9 derajat Celcius menjadi 478,7 derajat Celcius.

Kondisi ini memicu otoritas terkait untuk memperketat pengamanan. Seluruh jalur pendakian menuju puncak gunung setinggi 3.432 mdpl tersebut masih dinyatakan tertutup bagi umum. Selain itu, warga maupun wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

Asap Tebal Membubung 300 Meter

Pemantauan Media Indonesia di lapangan sejak Sabtu dini hari menunjukkan asap putih tebal terus membubung tinggi dari puncak gunung. Ketinggian kolom asap dilaporkan mencapai 300 meter, yang terlihat jelas dari wilayah Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Pulosari, Kabupaten Pemalang, Muhammad Rusdi, mengonfirmasi adanya tren kenaikan suhu kawah berdasarkan pengukuran rutin yang dilakukan timnya.

"Berdasarkan pengukuran rutin, terjadi kenaikan suhu di kawah gunung. Selain terlihat kepulan asap putih akibat suhu meningkat, juga terjadi kegempaan hembusan," ujar Rusdi, Sabtu (18/4).

Status Aktivitas Gunung Slamet:
  • Status: Waspada (Level II)
  • Suhu Kawah: 478,7°C (Meningkat dari 461,9°C)
  • Rekomendasi: Steril dalam radius 3 km dari kawah
  • Jalur Pendakian: Ditutup Total

Status Masih Waspada (Level II)

Meski terjadi peningkatan suhu dan aktivitas kegempaan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini belum mengubah status aktivitas Gunung Slamet. Status masih bertahan di Level II atau Waspada.

Rusdi menegaskan bahwa otoritas memastikan belum ada perubahan rekomendasi jarak aman. "Status dan rekomendasi masih tetap sama, yakni Waspada Level II. Warga diminta tetap tenang namun waspada dan tidak mendekati area puncak," tambahnya.

Aktivitas Warga di Lereng Gunung

Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik, denyut nadi kehidupan warga di lereng Gunung Slamet terpantau masih berjalan normal. Para petani di lima kabupaten penyangga tetap menggarap lahan pertanian mereka seperti biasa.

Komoditas sayuran seperti sawi, kol, wortel, kentang, dan palawija tetap menjadi fokus utama para petani. Harjono, seorang petani di Pulosari, Pemalang, mengaku sudah terbiasa dengan dinamika gunung api tersebut.

"Kami tetap mengolah lahan pertanian, yang penting tidak naik ke puncak mendekati kawah. Beberapa kali memang terasa getaran gempa, tapi kami tetap beraktivitas," kata Harjono.

Senada dengan Harjono, Suwardi, petani di Bobotsari, Purbalingga, menyebutkan bahwa kepulan asap putih sudah sering terlihat sejak awal April. "Kami sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini setiap tahunnya, jadi tidak terlalu terpengaruh dan tetap bertani," pungkasnya.

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG guna mengantisipasi segala kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik secara mendadak. (AS/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya