Aktivitas Kegempaan Gunung Slamet Melonjak 10 Kali Lipat, Kewaspadaan Ditingkatkan

Akhmad Safuan
22/4/2026 20:18
Aktivitas Kegempaan Gunung Slamet Melonjak 10 Kali Lipat, Kewaspadaan Ditingkatkan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Slamet kembali meningkat dengan lonjakan kegempaan hingga 10 kali lipat, warga berada di 5 daersh di lereng gunung tersebut diminta waspada menghadapi fenomena perkembangan yang terjadi.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (22/4) dari pos pabrau Gunung Slamet di Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, gunung tertinggi di Jawa mencapai 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih mengepulkan asap berwarna putih dengan ketinggian 200-300 meter dari kawah gunung.

Cuaca yang mendung sejak siang, tidak banyak merubah aktivitas warga yang berada di lima daerah lereng Gunung Slamet seperti Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas dan Purbalingga tersebut, meskipun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik.

Berdasarkan data diterima dari PVNBG, aktivitas kegempaan Gunung Slamet kembali meningkat bahkan hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya, dimana pada Senin (20/4)  aktivitas masih relatif rendah dengan 7 gempa hembusan dan 17 gempa low frekuensi, namun Selasa (21/4) meningkat me lonjakan menjadi 72 gempa hembusan dan 60 gempa low frekuensi.

Peningkatan kegempaan tidak hanya pada jumlahnya, tetapi karakteristik gempa juga menunjukkan perubahan yakni amplitudo gempa hembusan tercatat 3 - 6 mm dengan durasi lebih panjang dari sebelumnya 30-40 detik menjadi 58 detik dan gempa low frekuensi juga mengalami peningkatan durasi hingga 29 detik.

Selain itu tremor berlangsung menerus atau microtremor menguat, yakni pada Senin (20/4) amplitudo dominan berada di angka 0,5 milimeter, tetapi pada Selasa (21/4) meningkat menjadi 1 milimeter bahkan sempat menyentuh 1,5 milimeter. "Status masih berada di level II (waspada)," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet  Muhammad Rusdi.

Dengan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet tersebut, ungkap Muhammad Rusdi, selain penutupan seluruh jalur pendakian yang berada di 5 daerah tersebut, juga warga tetap diminta untuk waspada dan tidak berada di radius 3 kilometer dari kawah gunung yang juga mengalami peningkatan suhu dari sebelumnya i 461 derajat celcius menjadi 478 derajat celcius.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat Sugeng Utomo mengatakan peningkatan kegempaan ini menjadi indikator penting dalam memantau aktivitas magma di dalam gunung berapi, sehingga diminta semua pihak berada di lereng gunung tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Secara umum kami memrinta warga agar selalu mematuhi batas aman yakni berada pada radius 3 kilometer dari kawah yang berada di puncak gunung," ujar Sugeng Utomo.

Sementara itu menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet tersebut, 5 daerah berada di sekeliling gunung segera melakukan pertemuan koordinasi untuk melakukan langkah-langkah strategis pengamanan, dari mulai menyiapkan jalur evakuasi dan jalur magma jika terjadi erupsi.

"Kita segera lakukan koordinasi dengan sejumlah daerah tang berada di lereng Gunung Slamat tersebut, selain itu pemantauan juga lebih intensif," tutur Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Agus Ikmaludin. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya