Perawat RSHS Bandung Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penculikan Bayi

Irvan Sihombing
17/4/2026 14:22
Perawat RSHS Bandung Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penculikan Bayi
Ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha saat melaporkan seorang perawat berinisial N atas dugaan percobaan penculikan bayi ke Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026).(Antara)

NINA Saleha, seorang ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, resmi melaporkan perawat berinisial N ke Polda Jawa Barat. Laporan ini merupakan tindak lanjut atas dugaan percobaan penculikan bayi yang terjadi di ruang perawatan rumah sakit tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat Nina hendak membawa pulang bayinya. Ia mendapati bayinya sedang digendong oleh seseorang yang diduga tidak dikenal, yang disebut-sebut menerima bayi tersebut dari salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung ketika Nina sedang pergi makan.  

Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, menjelaskan laporan tersebut diajukan setelah pihaknya berkonsultasi dengan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat.

“Jadi kemarin Ibu Nina Soleha berniat untuk membuatkan LP, terlapornya perawat N dan barusan kita konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP,” kata Mira di Bandung, Jumat.

Mira menyebut laporan awal mengarah pada dugaan percobaan penculikan, meskipun tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke tindak pidana lain, termasuk dugaan perdagangan orang.

“Dikembangkan. Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu,” ujarnya.

Ia menegaskan laporan tersebut ditujukan kepada individu, bukan institusi rumah sakit. Namun demikian, pihaknya mendorong penyidik untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

“Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan,” ucapnya.

Terkait uji DNA, Mira mengatakan kliennya masih mempertimbangkan langkah tersebut, namun meyakini bayi yang dimaksud adalah anaknya berdasarkan tanda-tanda yang dikenali.

Sebelumnya, Nina Saleha membagikan pengalamannya melalui media sosial TikTok terkait dugaan kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung. Ia mengaku hampir kehilangan bayinya setelah melahirkan di ruang perawatan rumah sakit tersebut. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya