Angkutan CPO via Kereta Api kian Menjanjikan, KAI Logistik Bidik 200 Ribu Ton per Tahun

Naviandri
16/4/2026 22:19
Angkutan CPO via Kereta Api kian Menjanjikan, KAI Logistik Bidik 200 Ribu Ton per Tahun
Kalog bidik angkutan CPO 200 ribu ton per tahun.(Dok.KAI Logistik)

ANAK perusahaan KAI, KAI Logistik (Kalog), memperluas ekspansi bisnis angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatra Utara dengan target volume lebih dari 200 ribu ton per tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan logistik berbasis rel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ekspansi tersebut akan dilayani melalui dua rangkaian kereta api per hari, sebagai upaya meningkatkan efisiensi distribusi komoditas strategis nasional. Direktur Utama Kalog, Yuskal Setiawan, menegaskan bahwa CPO memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia, baik dari sisi devisa, industri hilir, maupun ketahanan energi melalui biodiesel.

“Melalui sinergi layanan multimoda bersama KAI, kami berkomitmen menghadirkan solusi logistik end-to-end yang efisien, aman, dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas nasional,” ujarnya.

Model bisnis yang dikembangkan Kalog mengedepankan layanan pra hingga purna angkutan. Proses tersebut mencakup penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, pengangkutan dengan kereta api, hingga pembongkaran menggunakan sistem pipanisasi di titik akhir. Skema ini memungkinkan pelanggan memperoleh layanan terpadu tanpa harus mengelola rantai distribusi secara terpisah.

Menurut Yuskal, pendekatan terintegrasi ini menjadi keunggulan utama dibandingkan pola logistik konvensional. “Pelanggan tidak hanya memperoleh layanan pengangkutan, namun juga solusi rantai pasok yang menyeluruh dari titik asal hingga tujuan akhir,” katanya.

Distribusi CPO akan dilayani dari sejumlah stasiun utama di Sumatra Utara, antara lain Rantau Prapat, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Sei Mangke, dengan titik bongkar terpusat di Belawan. Pemilihan jalur ini dinilai strategis karena menghubungkan sentra produksi dengan pelabuhan ekspor.

Selain memperkuat kapasitas distribusi, Kalog juga mengandalkan pengalaman dalam menangani komoditas serupa seperti bahan bakar minyak (BBM). Perusahaan telah menerapkan standar operasional ketat, termasuk prosedur pencucian tangki melalui steaming dan cleaning untuk menjaga kualitas muatan.

Dari sisi regulasi, Kalog telah mengantongi izin usaha jasa penunjang yang memastikan operasional berjalan sesuai standar. Dengan dukungan tersebut, perusahaan optimistis ekspansi ini tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat peran transportasi rel dalam menekan biaya logistik nasional.

Langkah Kalog mencerminkan tren pergeseran distribusi komoditas besar ke moda kereta api yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Jika berjalan optimal, model ini berpotensi menjadi tulang punggung baru dalam rantai pasok CPO nasional sekaligus mendorong daya saing industri di pasar global. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya