Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Badui Luar dan Badui Dalam di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak bersiap melaksanakan tradisi tahunan Seba dengan “turun gunung” untuk bertemu kepala daerah. Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil pertanian ladang yang diperoleh selama setahun.
"Kami melaksanakan tradisi Seba itu, karena bagian kegiatan sakral yang harus dilaksanakan oleh masyarakat adat," kata Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak yang juga tetua Badui Jaro Oom di Lebak, Selasa.
Tradisi Seba Badui dijadwalkan berlangsung pada 24–25 April 2026. Hingga saat ini, jumlah peserta yang akan ikut serta masih dalam tahap pendataan.
Diperkirakan, peserta yang hadir mencapai sekitar 1.200 hingga 1.500 orang. Mereka terdiri dari masyarakat Badui Luar yang mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala biru (lomar), serta Badui Dalam yang identik dengan pakaian putih lengkap dengan ikat kepala putih.
Dalam prosesi Seba tersebut, masyarakat Badui akan menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni, serta jajaran Muspida setempat. Penyerahan ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hasil bumi yang dibawa meliputi berbagai komoditas khas, seperti pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, kecipir, hingga madu.
Khusus masyarakat Badui Dalam yang berasal dari Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik, perjalanan menuju lokasi Seba dilakukan dengan berjalan kaki tanpa kendaraan. Mereka menempuh jarak sekitar 160 kilometer pulang-pergi dari Desa Rangkasbitung menuju Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
"Kami berharap perayaan Seba itu berjalan lancar, aman, dan selamat hingga kembali ke permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Banten, Yosep Muhamad Holis menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut memeriahkan perayaan ini dengan berbagai kegiatan pendukung.
Beberapa agenda yang disiapkan antara lain menghadirkan stan UMKM dan ekonomi kreatif, peragaan busana tenun Badui, talk show, permainan tradisional, senam sehat, lomba fotografi, hingga hiburan seperti wayang golek dan pertunjukan musik.
Tradisi Seba Badui juga telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN), yang merupakan kalender event nasional.
"Kita berharap perayaan Seba masyarakat Badui dapat dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga dapat menggulir pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan. (Ant/E-4)
Warga Suku Baduy mengikuti tradisi Seba Baduy di halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Banten.
Tradisi Ngaseuk merupakan ritual tahunan Suku Badui yang biasa dilaksanakan pada bulan Oktober-November dalam menanam padi gogo di huma atau ladang kering
Dalam perayaan Seba itu masyarakat Badui membawa hasil bumi, seperti pisang, talas, gula aren, tepung laksa, dan sayuran ja'at, serta sayuran iris.
BUDAYAWAN Banten Uday Suhada mengecam eksploitasi perempuan Badui yang kini marak dilakukan oleh para konten kreator ke media sosial (medsos).
Masyarakat Badui antusias mendaftarkan diri sebagai peserta JKN PBI.
TIDAK banyak diketahui bahwa suku Badui telah mengalami perubahan besar dalam keberagamaan, khususnya dalam agama Islam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved