Bencana Hidrometeorologi Kepung Jawa Barat: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang

Sugeng Sumariyadi
15/4/2026 14:16
Bencana Hidrometeorologi Kepung Jawa Barat: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang
Banjir di Kabupaten Bandung.(MI/Sugeng)

INTENSITAS hujan yang tinggi terus mengguyur wilayah Jawa Barat, memicu rentetan bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Cuaca ekstrem berupa angin kencang, tanah longsor, hingga banjir dilaporkan melanda sejumlah kabupaten dan kota pada Rabu (15/4).

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca saat ini masih sangat dinamis. "Hujan masih mengguyur banyak wilayah di Jawa Barat. Masyarakat harus tetap waspada," ungkapnya.

Angin Kencang di Karawang, Subang, dan Bogor

Bencana angin kencang dilaporkan merusak puluhan rumah warga. Di Kabupaten Karawang, dampak terparah terjadi di Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. Tercatat sebanyak 22 rumah yang dihuni oleh 72 jiwa mengalami kerusakan. Akibatnya, satu keluarga terpaksa mengungsi karena kediaman mereka tidak lagi layak huni.

Peristiwa serupa juga melanda wilayah lain, di antaranya:

  • Kabupaten Subang: Melanda Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi.
  • Kota Bogor: Melanda Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

Tanah Longsor di Purwakarta

Selain angin kencang, pergerakan tanah atau tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan data BPBD Jabar, titik longsor berada di dua lokasi utama, yakni Desa Pasanggrahan di Kecamatan Tegalwaru dan Desa Panyindangan di Kecamatan Sukatani. Petugas saat ini masih melakukan asesmen terkait dampak kerusakan dan potensi longsor susulan.

Banjir Kabupaten Bandung: Luapan Empat Sungai

Sementara itu, banjir masih mengepung wilayah Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Cikapundung, Palasari, Cigede, dan Citarum. Dua wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Jelegong di Kecamatan Rancaekek dan Desa Dayeuhkolot di Kecamatan Dayeuhkolot.

Kondisi Terkini Banjir Kabupaten Bandung:
  • Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 90 cm.
  • Air telah masuk ke pemukiman warga.
  • Akses jalan utama ditutup sementara akibat genangan yang tinggi.

BPBD Jawa Barat terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten/kota untuk melakukan penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan segera melakukan evakuasi mandiri jika debit air atau tanda-tanda longsor mulai terlihat di lingkungan sekitar. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya