Guru dan Siswa Was-Was, Bangunan Ruang Kelas di SDN Karyamukti Cianjur Nyaris Roboh

Benny Bastiandy
12/4/2026 14:09
Guru dan Siswa Was-Was, Bangunan Ruang Kelas di SDN Karyamukti Cianjur Nyaris Roboh
Bangunan sekolah 6ang rusak di Cianjur, Jawa Barat.(Dok.MI)

BANGUNAN ruang kelas di SDN Karyamukti di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, nyaris ambruk. Namun, para guru dan anak didik tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi yang bisa mengancam keselamatan.

Eliyan Syahudin, salah seorang guru, menuturkan kondisi bangunan ruang kelas yang memprihatinkan itu sudah berlangsung sejak 4 tahun lalu. Penyebabnya, bangunan terdampak bencana berupa gempa bumi ditambah pergerakan tanah.

"Sejak 2022, kondisi bangunan ruang kelas sudah rusak. Waktu itu kan terjadi gempa bumi. Nah, bangunan sekolah ikut terdampak. Belum lagi terjadi pergeseran tanah yang makin memperparah kondisinya," kata Eliyan ditemui, Jumat (10/4).

SDN Karyamukti hanya memiliki empat ruangan. Satu ruangan digunakan untuk kantor sekaligus penyimpanan berbagai arsip dokumen.

Sedangkan tiga bangunan lain digunakan sebagai ruang kelas. Dari tiga ruangan itu, satu terpaksa tak digunakan karena dinilai sudah sangat membahayakan.

Dua ruang kelas yang tersisa pun kondisinya memprihatikan. Namun, pihak sekolah masih menggunakannnya untuk kegiatan belajar mengajar.

‎Jumlah ruang kelas yang terbatas membuat pihak sekolah menyiasatinya dengan menggabungkan beberapa kelas di satu ruangan. Satu kelas diisi oleh rombongan belajar sekaligus.

"Untuk kelas 1 kami gabungkan dengan kelas 2. Kemudian kelas 3 dan 4. Lalu untuk kelas 5 digabung dengan kelas 6," ucapnya.

Dia tak memungkiri, ruang kelas dengan kondisi memprihatinkan itu kerap menimbulkan kekhawatian bagi guru maupun siswa. Pada bagian dinding terlihat rekahan yang cukup besar. Sementara pada tiang penyangga kondisinya sudah miring.

Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pemerintah. ‎Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan atau perbaikan.

Saat ini, jumlah anak didik sebanyak 52 orang. Sementara jumlah tenaga pendidik sebanyak tujuh orang termasuk kepala sekolah.

Sebelumnya, ‎Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menyebutkan berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), setidaknya terdapat 800-an ruang kelas di tingkat SD dan SMP yang kondisinya rusak. Dari jumlah itu, hampir sebagian besar harus dibangun ruang kelas baru. "Sisanya harus direhabilitasi," kata Ruhli, belum lama ini.

Dari 800-an lokal, sebanyak 300 harus dibangun ruang kelas baru. Rata-rata berada di wilayah utara. Sementara untuk ruang kelas yang direhabilitasi lebih kurang 500 lokal. Rata-rata berada di wilayah selatan. "Hasil estimasi, pembangunan RKB dan revitalisasi atau rehabilitasi membutuhkan biaya mencapai Rp100 miliar lebih," sebutnya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya