Wapres Gibran Lepas Pawai Paskah GMIT 2026 di Kupang

Palce Amalo
06/4/2026 15:18
Wapres Gibran Lepas Pawai Paskah GMIT 2026 di Kupang
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka melepas Pawai Paskah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2026 dari Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (6/4) siang.(MI)

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka melepas Pawai Paskah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2026 dari Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (6/4) siang.

Sekitar 5.000 peserta dari berbagai jemaat mengikuti pawai dengan berjalan kaki melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Kupang, mulai dari Jalan Frans Seda, Jalan El Tari, Jalan Sudirman, hingga Jalan Moh Hatta, sebelum berakhir di Gereja Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat NTT dan keluarga besar GMIT.

“Atas nama Presiden Prabowo, saya mengucapkan selamat melaksanakan Festival Paskah kepada seluruh keluarga besar GMIT dan seluruh warga NTT,” ujar Gibran.

Festival Paskah Dinilai Perkuat Perdamaian dan Toleransi

Gibran mengaku senang dapat hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai Festival Paskah GMIT bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga membawa pesan penting tentang perdamaian dan toleransi.

“Saya senang bisa hadir di tengah Bapak-Ibu semua, karena acara ini bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya perdamaian dan toleransi,” katanya.

Ia juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Kupang yang ingin mendorong Festival Paskah sebagai agenda wisata rohani guna menggerakkan ekonomi daerah.

“Mulai dari promosi, penguatan infrastruktur, pelibatan UMKM dan masyarakat lokal, hingga pengembangan ekonomi kreatif harus kita dorong bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata rohani, didukung sejumlah ikon yang telah dikenal luas seperti Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, serta Patung Bunda Maria di Bukit Nilo, Kabupaten Sikka. Kehadiran Festival Paskah di Kupang dinilai dapat memperkuat daya tarik tersebut.

“Jika ditambah dengan Festival Paskah di Kupang, ini akan menjadi daya tarik luar biasa yang mampu mendorong pergerakan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ingatkan Dampak Konflik Global dan Pentingnya Persatuan

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyinggung situasi global yang diwarnai berbagai konflik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan konflik dan perang selalu membawa dampak luas yang merugikan banyak pihak.

“Konflik dan perang akan membawa kemunduran, dan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar, tidak hanya oleh pihak yang berkonflik, tetapi juga oleh negara lain,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah. Jangan mudah terprovokasi, dan jangan mudah percaya kabar bohong. Jika ada kesalahpahaman, segera diklarifikasi dan dicari jalan tengah,” pesannya.

Menurutnya, stabilitas dan persatuan merupakan kunci utama kemajuan bangsa.

“Tidak ada negara yang bisa maju jika tidak stabil, tidak bersatu, dan terpecah belah,” ujarnya.

Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada GMIT atas perannya dalam menjaga persatuan serta kontribusinya dalam pembangunan masyarakat.

“Terima kasih atas peran GMIT selama ini dalam menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Semoga ke depan kita bisa terus bersinergi menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik,” kata Gibran.

Pesan Damai dari NTT untuk Indonesia

Ketua Sinode GMIT, Pendeta Semuel Pandie, mengatakan perayaan Paskah bukan sekadar seremoni, melainkan kesaksian iman yang membawa pesan pembaruan dan harapan bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Wakil Presiden di Kupang menunjukkan perhatian negara hingga wilayah timur Indonesia. Ia menegaskan makna Paskah adalah menghadirkan damai, memulihkan hubungan, serta menumbuhkan harapan.

“Dari Kota Kupang yang dikenal sebagai ‘City of Love and Harmony’, GMIT menyerukan agar semangat Paskah menjadi cahaya bagi bangsa, meruntuhkan kebencian, menyembuhkan luka, serta membangun peradaban yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam pesan damainya, GMIT bersama pimpinan umat beragama di NTT mengajak masyarakat menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman serta memperkuat solidaritas sosial menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan hingga krisis sosial.

“Jaga persatuan, rawat toleransi, dan jangan biarkan perbedaan memecah belah. Dari NTT, kami suarakan damai untuk Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam prosesi tersebut.

Gubernur NTT Apresiasi Kehadiran Wapres

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut kehadiran Wakil Presiden sebagai bukti komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan di NTT.

Ia juga mengapresiasi peran pemuda GMIT yang aktif membangun masyarakat melalui nilai iman, toleransi, dan persaudaraan. Menurutnya, Festival Paskah GMIT menjadi momentum memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

“NTT adalah rumah toleransi, di mana perbedaan dirawat dalam damai dan persaudaraan,” ujarnya.

Gubernur menegaskan semangat Paskah harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan perdamaian di tengah masyarakat. (PO/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya