Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh. Kolaborasi ini mewujud dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Gewat, Kecamatan Linge.
Proyek kemanusiaan ini bukan sekadar memberikan tempat berteduh, melainkan menghadirkan solusi arsitektur yang mengadaptasi kearifan lokal masyarakat Gayo. Tim yang dipimpin oleh Ketua ILUNI FTUI, Farrizky Astrawinata, dan Ketua Satuan Tugas Kebencanaan FTUI, Ardiyansyah, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang berjarak sekitar 5,5 jam perjalanan darat dari Lhokseumawe tersebut.
Huntara yang dibangun di Desa Gewat menggunakan model Antara Versi 3. Desain ini merupakan hasil pengembangan teknis FTUI yang sebelumnya telah sukses diterapkan pada penanganan pascabencana di Lombok, Palu, dan Cianjur.
Keunikan Huntara ini terletak pada adopsi konsep Uma Pitu Ruang, rumah adat masyarakat Gayo. Dengan dimensi 4 x 7,2 meter, bangunan ini berbentuk rumah panggung dengan konstruksi kayu yang kokoh dan selaras dengan karakter lingkungan setempat.
Penerapan konsep rumah panggung bukan tanpa alasan teknis. Struktur ini dirancang dengan pendekatan yang mengutamakan efisiensi material dan ketahanan lingkungan. Beberapa keunggulannya antara lain:
- Perlindungan Kelembapan: Menghindarkan bangunan dari kontak langsung dengan tanah.
- Sirkulasi Udara: Meningkatkan aliran udara agar hunian tetap nyaman ditempati.
- Konstruksi Modular: Memudahkan proses pembangunan secara cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat (gotong royong).
Lebih dari sekadar tempat tinggal sementara, FTUI memperkenalkan konsep Hunian Berkembang. Konsep ini memungkinkan penambahan ruang atau perluasan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan penghuninya di masa mendatang, sehingga Huntara dapat menjadi dasar bagi rumah permanen.
Pembangunan yang dimulai sejak 7 Maret 2026 ini menargetkan total 12 unit Huntara bagi warga terdampak. Saat ini, satu unit telah berdiri, sementara proses pembersihan lahan untuk unit lainnya sedang berlangsung.
Sesuai jadwal, empat unit ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri, sedangkan tujuh unit sisanya akan diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari setelah libur Lebaran. Program ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara FTUI, ILUNI FTUI, UI Peduli, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Reje Desa Gewat, Sandi Suardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan ini. Baginya, kehadiran Huntara berbasis keilmuan teknik ini memberikan kepastian bagi warga untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang sambil membangun kembali masa depan pascabencana. (E-4)
Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal, meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) terakhir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan.
Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai bahan laporan pemerintah kepada Presiden mengenai perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Pembangunan huntara di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh,dipercepat.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BANJIR besar melanda sejumlah daerah di Padang pada November 2025 lalu. Beruntung saat itu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padang turut aktif.
BENCANA banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara memicu kondisi darurat kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Inisiatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB), unit kemanusiaan dan penanggulangan bencana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
UPAYA pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam terus digenjot dengan dukungan pemerintah pusat.
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved