Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi nasional dan global, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp30,1 Triliun untuk tahun anggaran mendatang. Target ambisius ini dipatok sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di sektor-sektor pelayanan dasar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Asep Supriatna, menyatakan bahwa alokasi pendapatan tersebut akan diprioritaskan untuk memperkuat sektor kesehatan, infrastruktur publik, pendidikan, ketahanan pangan, hingga perumahan rakyat.
Guna mengamankan target tersebut, Bapenda Jabar kini tengah merumuskan langkah strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Fokus utama koordinasi ini adalah melakukan evaluasi total terhadap aset-aset strategis milik daerah.
"Kami sedang mengevaluasi ulang skema kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha. Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah daerah harus lebih adaptif dalam mencari solusi agar pendapatan tetap optimal," jelas Asep, Minggu (21/12).
Langkah adaptif ini menjadi krusial mengingat adanya tantangan fiskal dari pusat. Pemprov Jabar harus menyikapi potensi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan mencapai Rp600 miliar per tahun.
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian. Diperlukan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berkontribusi pada pajak daerah.
"Kinerja antar-OPD saling memengaruhi. Investasi yang masuk dan serapan tenaga kerja yang baik secara tidak langsung akan memperkuat basis pendapatan kita, meskipun secara teknis jalur tanggung jawabnya berbeda," bebernya.
Asep juga tidak memungkiri bahwa tekanan pada industri otomotif nasional turut memberikan dampak bagi Jabar, mengingat Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu kontributor utama PAD. Kondisi industri yang sedang lesu menuntut Bapenda untuk mencari terobosan baru atau intensifikasi pada sektor pajak lainnya.
Terkait realisasi pendapatan tahun berjalan (2025), Bapenda masih melakukan evaluasi menyeluruh hingga akhir Desember untuk memetakan tantangan yang ada.
“Tahun 2025 penuh tantangan bagi hampir seluruh daerah. Kami harus menyesuaikan kebijakan fiskal dengan dinamika kebijakan nasional. Fokus kami adalah beradaptasi dan mencari terobosan agar kinerja pendapatan daerah pada 2026 dapat tercapai secara maksimal,” pungkas Asep. (AN/P-5)
EMBARKASI Haji Bekasi memastikan telah siap 100 persen menyambut kedatangan ribuan jemaah haji 2026 asal Provinsi Jawa Barat (Jabar(
MENYAMBUT bulan April dengan semangat baru, ibis Bandung Pasteur menghadirkan promo spesial bertajuk “April Deals – Wargi Jabar”, yang ditujukan khusus bagi masyarakat Jawa Barat
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM mengatakan jajarannya sudah menerapkan work from home atau WFH
Dishub Jawa Barat pasang 14.000 lampu jalan dengan teknologi LCU jelang mudik Lebaran 2026. Tim URC siap pantau APJ untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved