Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kehutanan memperketat pengawasan kawasan hutan di Sumatra dengan menyegel tiga entitas tambahan yang diduga berperan dalam pemicu banjir. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas perusak hutan demi mencegah bencana lingkungan di masa depan.
Total subjek hukum yang disegel kini mencapai tujuh. Sebelumnya, empat perusahaan dan pemegang hak atas tanah (PHAT) telah mendapat tindakan serupa.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak semua pihak yang merusak hutan. "Penyegelan akan terus dilakukan terhadap perusak hutan, sesuai janji saya kepada rakyat di DPR. Siapa pun yang terbukti merusak hutan akan kami tindak tegas," ujar Menhut di Jakarta, Senin (8/12).
Selain itu, proses hukum serupa tengah berjalan terhadap lima subjek hukum lain yang telah teridentifikasi. Jika terbukti melanggar, Kemenhut tidak akan ragu memberikan sanksi tegas.
Tindakan terbaru menyoroti dua konsesi PT AR di Ramba Joring, Desa Aek Pining, Kecamatan Batang Toru; PHAT Jon Anson di Kecamatan Arse; dan PHAT Mahmudin di Desa Sombadebata Purba, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sementara itu, empat subjek hukum yang sebelumnya disegel meliputi konsesi PT TPL di Kecamatan Angkola Timur, PHAT Jhon Ary Manalu di Desa Pardomuan, PHAT Asmadi Ritonga di Desa Dolok Sahut, dan PHAT David Pangabean di Desa Simanosor Tonga.
Raja Juli Antoni menekankan, Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) tengah mendalami dugaan pelanggaran di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, termasuk pengambilan sampel kayu dan klarifikasi dari pihak terkait. "Kami tidak kompromi. Baik korporasi maupun PHAT yang merusak hutan akan ditindak tegas," tegas Menhut.
Langkah penyegelan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah kerusakan hutan yang dapat memicu banjir, sekaligus memperkuat penegakan hukum kehutanan di Sumatra Utara. (Ant/E-4)
BANJIR besar melanda sejumlah daerah di Padang pada November 2025 lalu. Beruntung saat itu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padang turut aktif.
BENCANA banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara memicu kondisi darurat kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Inisiatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB), unit kemanusiaan dan penanggulangan bencana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
UPAYA pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam terus digenjot dengan dukungan pemerintah pusat.
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
KEMENTERIAN Kehutanan kembali menyegel tiga entitas yang diduga memicu banjir di Sumatra. Hal ini menambah daftar subjek hukum yang ditindak dalam penegakan hukum kehutanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved