Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT orang masih satu keluarga ditangkap polisi karena terbukti membuat dan mengedarkan uang palsu. Petugas menyita barang bukti 1.468 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan 149 lembar pecahan Rp50 ribu.
Seluruh tersangka diringkus oleh petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Demak. Mereka berinisial R, 43, yang merupakan ibu dari pelaku lain, yakni BYR, 20, dan RAT, 24. Tersangk berikutnya ialah BR, 31, selaku pekerja di lokasi perkara.
"Kita tangkap setelah petugas mendapat laporan dan melakukan penyelidikan atas peredaran uang palsu di sejumlah pasar di Demak," kata Kepala Satreskrim Polres Demak Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, Sabtu (27/9).
Uang palsu diproduksi oleh BYR dan BR di Daerah Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, dengan printer dan bahan utamanya kertas biasa atau HVS, kemudian disablon untuk menciptakan dasar dan tekstur dari uang itu.
Setelah uang selesai disablon, sambung Anggah, tersangka menggunakan serbuk fosfor dan emas untuk membuat alat tukar tersebut terlihat mirip dengan rupiah asli. Tujuannya menyamarkan agar seperti uang asli serta terlihat ada bayangan watermark untuk memperlihatkan lambang Bank Indonesia (BI).
Uang palsu yang selesai diproduksi kemudian dibeli oleh R dan RAT dengan rasio 1:5. "Kalau misalnya dia bayar Rp20 juta yang asli maka akan mendapatkan Rp100 juta uang palsu," ujarnya.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah, sehingga mendapatkan keuntungan berupa barang kebutuhan sehari-hari dan kembalian uang asli. "Tersangka telah mengedarkan Rp10 juta," kata dia.
"Seluruh tersangka dijerat dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," tandasnya. (AS/P-2)
Ketua Panitia Gus Toto mengapresiasi dukungan penuh dari Ketua Umum yang secara konsisten memfasilitasi agenda tahunan ini sebagai wadah konsolidasi warga Demak di perantauan.
Kegiatan kolaborasi perempuan nelayan pesisir Demak dan jaringan masyarakat sipil tersebut mengkampanyekan pelestarian lingkungan.
Dukcapil Kabupaten Demak melaksanakan program jemput bola pelayanan administrasi kependudukan guna mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Petugas kesehatan memeriksa kondisi korban banjir bandang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak.
Petugas dan warga membersihkan material yang menutup akses jalan dan saluran irigasi pascabanjir bandang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan petir di 20 wilayah Jawa Tengah. Sementara itu, banjir di Demak mulai surut seiring perbaikan tanggul darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved