Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Mulobahang - Walang Desa Kolaka, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami masalah. Proyek dengan nilai kontrak hingga Rp3,1 miliar belum kunjung usai sejak dimulai pada 3 Mei 2023.
Terhambatnya proses pembangunan jalan tersebut dikarenakan adanya beberapa persoalan serius yang seharusnya tidak diabaikan oleh kontraktor hingga berbulan - bulan. Salah satu warga Desa Kolaka Dusun satu Bernadus Nara Koja menuturkan proses pengerjaan hotmix jalan Mulobahang - Walang yang dikerjakan oleh kontraktor sepanjang 1,5 kilometer tersebut baru berjalan 15 persen.
“Sampai saat ini pekerjaan talud belum rampung seluruhnya, namun ada talud yang sudah dikerjakan, tetapi pada beberapa rusak atau roboh akibat dari mutu yang kurang baik, sehingga ketika ditendang langsung rubuh sekitar 3 meter dan sampai sekarang belum diperbaiki,” ungkap Bernadus kepada Media Indonesia, Jumat (17/11).
Baca juga : Ketua DPRD Tapanuli Utara Tinjau Pengaspalan Daerah Rawan Longsor
mewakili masyarakat Paji Pulo khususnya Desa Kolaka sebagai penerima manfaat proyek, Bernadus meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam hal ini Dinas PU, Tim Teknis, Konsultan Pengawas serta Komisi 3 DPRD Kabupaten Flores Timur untuk melakukan pengawasan terhadap proyek jalan Mulobahang - Walang secara baik dan tegas.
Baca juga : OMG Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Dusun Jombor Yogyakarta
“Kalau dibiarkan berbulan - bulan ini juga soal. Harus ada tindakan tegas kepada kontraktor yang mengerjakan jalan agar jalan yang dikerjakan ini benar-benar bermutu. Dan bisa digunakan dalam waktu lama. Kita tahu bahwa Desa Kolaka Dan dua Desa lainya ini aktivitas masyarakat sangat tinggi maka jalan pun harus benar benar bagus. Masa talud baru kerja langsung roboh. Ini yang harus dijaga,” ujar Bernadus.
Bernadus juga memberikan gambaran beberapa persoalan di lapangan, mulai dari talud yang hanya dikerjakan sebagian hingga banyak material tetumpuk yang menghalangi kendaraan roda dua dan roda empat yang hingga kini belum ditimbun rata.
“Ini artinya tidak ada pengawas ketat saat kerja di lapangan. Beruntung masih tahapan kerja, kalau sudah selesai dan jalannya rusak bagaimana? Kontrol ini dilakukan untuk kepentingan publik, kepentingan seluruh masyarakat yang akan menikmati jalan ini,” tegasnya. (Z-8)
Anggaran sebesar Rp143 miliar dialokasikan untuk memperbaiki 284 titik jalan dan jembatan
PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dalam program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) Mantap.
Terdapat sedikitnya 17 ruas jalan yang masuk dalam daftar perbaikan tahun ini.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Proyek Jalan Inpres Mauponggo-Ngera-Pu’uwada di Nagekeo senilai Rp18 miliar diserahterimakan (PHO) meski rusak. Simak fakta lapangan dan analisis ahli.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan telah melakukan langkah proaktif berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk segera memperbaiki kerusakan di Flyover Ciputat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved