Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJADI anomali dukungan dalam temuan survei Lembaga Studi Visi Nusantara terhadap calon legislatif (caleg) DPR RI di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat V yakni Kabupaten Bogor.
Caleg yang berasal dari partai politik (parpol) besar di Kabupaten Bogor yakni Gerindra, Golkar, dan PDIP menempati posisi tidak moncer.
Baca juga: Bakal Caleg DPR Herviano Galang Dukungan dengan Kegiatan Bakti Sosial
Founder Lembaga Studi Visi Nusantara Iyus Fitriadi mengatakan survei diambil dengan jumlah responden sebanyak 2.400 orang dan menggunakan metode multistage random sampling (MRS) serta margin of error 2,5% pada 1-10 Agustus 2023.
"Berdasarkan hasil survei caleg DPR RI di dapil Jabar V, caleg dari PKB Tommy Kurniawan dan caleg dari PAN Primus Yustisio unggul dari caleg parpol besar. Tommy meraih 5,2% dan Primus 4,96%," ungkap Iyus melalui keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/8).
Disusul kemudian, caleg Gerindra Fadli Zon 1,75%, Apriyadi Malik (Golkar) 1,25%, Mulyadi (Gerindra) 1,17%, Anton Sukartono (Demokrat) 1,08%, Ravindra Airlangga (Golkar) 1,04%, Adian Napitupulu (PDIP) 0,83%, Jora Nilam (Nasdem) 0,75%, dan Elly Rachmat Yasin (PPP) 0,67%.
"Adapun yang memilih caleg lainnya sebesar 12,63%, serta tidak tahu/tidak jawab/rahasia masih sekitar 69%," kata Iyus.
Baca juga: Martin Laba Uung, Resmi Jadi Caleg DPR RI Dapil NTT 1 dari PSI
Menurut Iyus, nama Fadli Zon, Ravindra Airlangga, dan Adian Napitupulu yang hanya mendapat kisaran 1%-an ini menandakan figur tersebut tidak atau belum bekerja maksimal.
Sehingga, lanjut dia, perolehan suara partai yang tinggi di Kabupaten Bogor bukan lantaran kerja figur tetapi lebih pada nama besar partai atau kerja struktur partai.
"Semestinya angka elektoral partai yang tinggi dibarengi pula dengan dukungan figur caleg DPR RI yang tinggi sehingga ada korelasi erat sebagai indikator kerja figur yang maksimal," jelas Iyus.
Iyus menambahkan jika pemilihan legislatif (Pileg) dilakukan saat ini, yang kemungkinan lolos untuk 9 Kursi DPR RI dapil Jabar V yakni Tommy Kurniawan (PKB), Primus Yustisio (PAN), dan Fadli Zon (Gerindra).
"Kemudian Apriyadi Malik (Golkar), Mulyadi (Gerindra), Anton Sukartono (Demokrat), Adian Napitupulu (PDIP), dan Jora Nilam (Nasdem)," pungkas Iyus. (RO/S-2)
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Jika partai politik membangun kaderisasi hingga tingkat paling rendah, menurut dia, seharusnya yang dipercaya untuk menjadi caleg adalah kader partai yang berasal dari tempat pencalonan.
Ray menegaskan Shintia layak di PAW jika terbukti benar melakukan penggelembungan suara pada Pileg 2024 lalu. Ray menegaskan, suara dari penggelembungan suara itu tidak sah dan harus dianulir.
Ward menuturkan, istrinya merupakan kader partai sekaligus anggota legislatif di Belanda.
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
PDIP memecat calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPR Tia Rahmania yang belum lama ini mengkritik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved